Latest Entries »

Pengertian Pema…

Pengertian Pemasaran

            Pemasaran adalah salah satu kegiatan dalam perekonomian yang membantu dalam menciptakan nilai ekonomi. Nilai ekonomi itu sendiri menentukan harga barang dan jasa. Faktor penting dalam menciptakan nilai tersebut adalah produksi, pemasaran dan konsumsi. Pemasaran menjadi penghubung antara kegiatan produksi dan konsumsi.

            Banyak ahli yang telah memberikan definisi atas pemasaran ini. Definisi yang diberikan sering berbeda antara ahli yang satu dengan ahli yang lain. Perbedaan ini disebabkan karena adanya perbedaan para ahli tersebut dalam memandang dan meninjau pemasaran. Dalam kegiatan pemasaran ini, aktivitas pertukaran merupakan hal sentral. Pertukaran merupakan kegiatan pemasaran dimana seseorang berusaha menawarkan sejumlah barang atau jasa dengan sejumlah nilai keberbagai macam kelompok social untuk memenuhi kebutuhannya. Pemasaran sebagai kegiatan manusia diarahkan untuk memuaskan keinginan dan kebutuhan melalui proses pertukaran. Definisi yang paling sesuai dengan tujuan tersebut adalah :

Pemasaran adalah suatu proses social dan manajerial yang didalamnya individu dan kelompok mendapatkan apa yang mereka butuhkan dan inginkan dengan menciptakan, menawarkan, dan mempertukarkan prosuk yang bernilai kepada pihak lain (Kotler, 1997).

Definisi pemasaran ini bersandar pada konsep inti yang meliputi kebutuhan (needs), keinginan (wants), dan permintaan (demands).

            Manusia harus menemukan kebutuhannya terlebih dahulu, sebelum ia memenuhinya. Usaha untuk memenuhi kebutuhan tersebut dapat dilakukan dengan cara mengadakan suatu hubungan. Dengan demikian pemasaran bisa juga diartikan suatu usaha untuk memuaskan kebutuhan pembeli dan penjual (Swasta, 1996).

Pengertian Manajemen Pemasaran

            Penanganan proses pertukaran memerlukan waktu dan keahlian yang banyak. Manajemen pemasaran akan terjadi apabila sekurang-kurangnya satu pihak dari pertukaran potensial memikirkan cara untuk mendapatkan tanggapan dari pihak lain sesuai dengan yang diinginkannya. Dengan demikian, manajemen pemasaran dapat diartikan :

Manajemen pemasaran adalah proses perencanaan dan pelaksanaan pemikiran, penetapan harga, promosi serta penyaluran gagasan, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan-tujuan individu dan organisasi (Kotler, 1997).

 

Definisi ini mengakui bahwa manajemen pemasaran adalah proses yang melibatkan analisa, perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian yang mencakup barang, jasa dan gagasan yang tergantung pada pertukaran dengan tujuan menghasilkan kepuasan bagi pihak-pihak yang terkait.

Manajemen pemasaran dapat diterapkan pada semua bidang usaha. Dalam manajemen terdapat fungsi penganalisaan, perencanaan, pelaksanaan atau penerapan serta pengawasan. Tahap perencanan merupakan tahap yang menentukan terhadap kelangsungan dan kesuksesan suatu organisasi pemasaran. Proses perencanaan merupakan satu proses yang selalu memandang ke depan atau pada kemungkinan masa akan datang termasuk dalam pengembangan program, kebijakan dan prosedur untuk mencapai tujuan pemasaran.

Konsep Pemasaran

Suatu perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya harus efi menjalankan konsep pemasaran agar keuntungan yang diharapkan dapat terealisasi dengan baik. Ini menandakan bahwa kegiatan pemasaran dalam perusahaan harus dikoordinasi dan dikelola dengan cara yang labih baik.

Falsafah konsep pemasaran bertujuan untuk memberikan kepuasan terhadap keinginan dan kebutuhan konsumen. Kegiatan perusahaan yang berdasar pada konseop pemasaran ini harus diarahkan untuk memenuhi tujuan perusahaan. Secara definitive dapat dikatakan bahwa konsep pemasaran adalah falsafah bisnis yang menyatakan bahwa pemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomis dan social bagi kelangsungan hisup perusahaan (Swasta, 1996).

Dari definisi tersebut, perusahaan memiliki konsekuensi seluruh kegiatan perusahaan harus diarahkan untuk mengetahui kebutuhan konsumen dan mampu memberikan kepuasan agar mendapat laba dalam jangka panjang. Organisasi perusahaan yang menerapkan konsep pemasaran ini disebut organisasi pemasaran.

Konsep pemasaran juga menyatakan bahwa kunci untuk meraih tujuan organisasi adalah menjadi lebih efektif daripada para pesaing dalam memadukan kegiatan pemasaran guna menetapkan dan memuaskan kebutuhan pasar sasaran (Kotler, 1997). Konsep pemasaran ini bersandar pada empat pilar, yaitu : pasar sasaran, kebutuhan pelanggan, pemasaran terpadu dan profitabilitas.

Dewasa ini konsep pemasaran mengalami perkembangan yang semakin maju sejalan dengan majunya masyarakat dan teknologi. Perusahaan tidak lagi berorientasi hanya pada pembeli saja, akan tetapi berorientasi pada masyarakat atau manusia. Konsep yang demikianlah yang disebut dengan konsep pemasaran masyarakat (Swasta, 1996).

Selanjutnya akan dibahas tiga factor penting yang digunakan sebagai dasar dalam konsep pemasaran (Swasta, 1996) :

a.       Orientasi konsumen

Pada intinya, jika suatu perusahaan ingin menerapkan orientasi konsumen ini, maka :

1. Menentukan kebutuhan pokok dari pembeli yang akan dilayani dan dipenuhi.

2. Memilih kelompok pembeli tertentu sebagai sasaran dalam penjualan.

3. Menentukan produk dan program pemasarannya.

4.Mengadakan penelitian pada konsumen untuk mengukur, menilai dan menafsirkan keinginan, sikap serta tingkah laku mereka.

5.Menentukan dan melaksanakan strategi yang paling baik, apakah menitikberatkan pada mutu yang tinggi, harga yang murah atau model yang menarik.

b.   Koordinasi dan integrasi dalam perusahaan

Untuk memberikan kepuasan secara optimal kepada konsumen, semua elemen pemasaran yang ada harus diintegrasikan. Hindari adanya pertentangan antara perusahaan dengan pasarnya. Salah satu cara penyelesaian untuk mengatasi masalah koordinasi dan integrasi ini dapat menggunakan satu orang yang mempunyai tanggung jawab terhadap seluruh kegiatan pemasaran, yaitu manajer pemasaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa setiap orang dan bagian dalam perusahaan turut serta dalam suatu upaya yang terkoordinir untuk memberikan kepuasan konsumen sehingga tujuan perusahaan dapat tercapai.

c.   Mendapatkan laba melalui pemuasan konsumen

Salah satu tujuan dari perusahaan adalah untuk mendapatkan profit atau laba. Dengan laba tersebut perusahaan bisa tumbuh dan berkembang dengan kemampuan yang lebih besar. Sebenarnya laba merupakan tujuan umum dari sebuah perusahaan. Banyak perusahaan yang mempunyai tujuan lain disamping laba. Dengan menggunakan konsep pemasaran ini, hubungan antara perusahaan dan konsumen akan dapat diperbaiki yang pada akhirnya akan menguntungkan bagi perusahaan.

Pengertian Segmentasi Pasar

Pasar terdiri atas pembeli dan pembeli berbeda dalam banyak hal. Pasar dapat dibedakan atau disegmentasikan dalam berbagai cara. Pasar bisa diartikan sebagai orang-orang yang mempunyai keinginan untuk puas, uang untuk belanja dan kemauan untuk membelanjakannya. Adapun istilah segmentasi pasar dapat didefinisikan sebagai berikut :

Segmentasi pasar adalah kegiatan membagi-bagi pasar yang bersifat heterogen dari suatu produk ke dalam satuan-satuan pasar (segmen pasar) yang bersifat homogen (Swasta, 1996).

 Segmentasi pasar ini merupakan suatu falsafah yang berorientasi pada konsumen. Falsafah ini menunjukan usaha untuk meningkatkan ketepatan penetapan sasaran dari suatu perusahaan. Segmen pasar ini dapat dibentuk dengan banyak cara. Dengan mengacu pada demografi ataugayahidup, segmentasi pasar dapat dilakukan.Adabeberapa pola berbeda yang akan muncul dalam melakukan segmenatasi pasar ini, yaitu : preferesi homogen, preferensi yang tersebar dan preferensi terkelompok (Kotler, 1997).

Dengan menyatukan program pemasaran yang ditujukan kepada segmen-segmen pasar yang dituju, manajemen dapat melaksanakan pemasaran dengan lebih baik dan dapat menggunakan sumberdaya pemasaran secara efisien. Segmentasi pasar dapat membantu manajemen dalam hal menyalurkan uang dan usaha ke pasar potensial yang paling menguntungkan, merencanakan produk yang dapat memenuhi permintaan pasar, menentukan cara-cara promosi yang paling efektif, memilih media advertensi, dan mengatur waktu yang sebaik-baiknya.

Dalam melakukan segmentasi pasar ini juga perlu suatu alasan yang cukup baik, misalnya, adanya pasar yang bersifat dinamis dan adanya pasar untuk suatu produk tertentu. Akan tetapi tidak semua segmentasi pasar yang dilakukan efektif. Dengan demikian perlu suatu upaya agar segmentasi pasar yang dilakukan itu berjalan sesuai dengan yang diharapkan.Adabeberapa hal yang mungkin perlu untuk diperhatikan dalam melakukan segmentasi, diantaranya : dapat diukur, dalam jumlah besar, dapat diakses dengan mudah, bisa dibedakan serta dapat diambil tindakan.

Perusahaan yang mengidentifikasi segmen pasarnya harus bisa mengevaluasi berbagai segmen dan memutuskan berapa banyak segmen yang akan dimasuki. Adadua factor penting yang mesti diperhatikan dalam melakukan evaluasi segmen pasar, yaitu  daya tarik segmen secara keseluruhan dan sumberdaya perusahaan (Kotler, 1997). Setelah evaluasi dilakukan, perusahaan kemudian mengambil keputusan seberapa banyak segmen yang akan dilayani. Pada tahap evaluasi, ada berapa hal tambahan yang dapat dijadikan pertimbangan untuk memilih segmen yaitu pilihan etika atas pasar sasaran, interelasi dan segmen-super, rencana serangan segmen per segmen dan kerjasama antarsegmen.

 

Pengertian dan Karakteristik Jasa

Definisi jasa belum digunakan secara luas oleh pemasar. Ini berkaitan dengan sulitnya diketahui batasan-batasan yang jelas antara organisasi atau unit usaha yang menjadi bagian dari penyaluran barang dengan organisasi yang yang menawarkan jasa.

Dengan demikian jasa, khususnya yang menyangkut jasa pertukaran dapat didefinisikan sebagai :

Jasa adalah barang yang tidak kentara (intangible product) yang dibeli dan dijual di pasar melalui suatu transaksi pertukaran yang saling memuaskan (Swasta, 1996).

 Unsur penting dalam pengertian tersebut adalah bahwa jasa merupakan suatu produk yang tidak kentara, artinya barang yang dipertukarkan dengan uang adalah suatu yang tidak berwujud. Jasa juga merupakan produk yang tidak bisa ditimbun atau ditumpuk dalam suatu gudang sambil menunggu penjualan. Penyaluran jasa kebanyakannya langsung dari produsen ke konsumen.

Produk jasa ini banyak macam dan jenisnya. Secara umum ada perbedaan antara barang dan jasa yang dapat dilihat, misalnya, pembelian jasa dipengaruhi oleh motif dan emosi, jasa tidak berwujud, bersifat tidak tahan lama, tidak dapat disimpan, mementingkan unsur manusia, distribusi langsung, tidak memiliki standar dan keseragaman serta jasa tidak terlalu mementingkan adanya peramalan permintaan.

Menurut Alma (1992) konsep tidak berwujud pada jasa mengandung dua arti yang keduanya merupakan tantangan bagi pemasaran, yaitu :

  • sesuatu yang tidak dapat disentuh, tidak dapat dipahami.
  • Sesuatu yang tidak dapat didefinisikan, tidak mudah diformulasikan

Untuk pemasaran jasa ini diperlukan pemikiran yang lebih jauh bagi para pelaksana dibandingkan dengan pemasaran barang.

Sifat – Sifat Khusus Pemasaran Jasa

Dalam pelaksanaan pemaaran jasa oleh pemasar, ada sifat khusus yang membedakan pemasaran jasa dengan pemasaran barang. Sifat khusus tersebut menurutAlma(1992) adalah sebagai berikut :

a. Menyesuaikan dengan selera konsumen

Gejala ini ditandai dengan pasar pembeli yang lebih dominan dalam suasana pasaran jasa. Kualitas jasa yang ditawarkan tidak dapat dipisahkan dari mutu yang menyediakan jasa. Dalam industri dengan tingkat hubungan yang tinggi, pengusaha harus memperhatikan hal-hal yang bersifat internal dengan cara memelihara tenaga kerja dan mempekerjakan tenaga sebaik mungkin. Inilah yang sering disebut dengan internal marketing, yaitu penerapan prinsip marketing terhadap pegawai dalam perusahaan.

b. Keberhasilan pemasaran jasa dipengaruhi oleh jumlah pendapatan penduduk.

Dalam kenyataan, makin maju suatu negara akan semakin banyak permintaan akan jasa. Ini ada hubungannya dengan hirarki kebutuhan manusia, yaitu kebutuhan akan jasa. Masyarakat yang belum banyak menggunakan jasa dapat dikatakan bahwa pendapatan masyarakat tersebut belum merata.

c. Pada pemasaran jasa tidak ada pelaksanaan fungsi penyimpanan.

Tidak ada jasa yang dapat disimpan. Jasa diproduksi bersamaan waktunya dengan mengkonsumsi jasa tersebut.

 d. Mutu jasa dipengaruhi oleh benda berwujud sebagai pelengkapnya.

Karena jasa adalah suatu produk yang tidak berwujud maka konsumen akan memperhatikan benda berwujud yang memberikan pelayanan sebagai patokan terhadap kualitas jasa yang ditawarkan.

e. Saluran distribusi dalam pemasaran jasa tidak terlalu penting.

Ini disebabkan dalam pemasaran jasa perantara tidak digunakan. Akan tetapi ada type pemasaran tertentu yang menggunakan agen sebagai perantara.

Pengertian Perilaku Konsumen

Perilaku konsumen memiliki kepentingan khusus bagi orang yang dengan berbagai alasan berhasrat untuk mempengaruhi atau mengubah perilaku tersebut, termasuk orang yang kepentingan utamanya adalah pemasaran. Tidak mengherankan jika studi tentang perilaku konsumen ini memiliki akar utama dalam bidang ekonomi dan terlebih lagi dalam pemasaran.

Dengan demikian, perilaku konsumen menurut Engel (1994) adalah sebagai berikut :

Perilaku konsumen merupakan tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan menyusuli tindakan ini.

 

Subyek ini dapat diancangi dari beberapa prespektif, yaitu : pengaruh konsumen, menyeluruh dan antarbudaya.

Penelitian terhadap motivasi dan perilaku konsumen mendapat arti dalam masyarakat komtemporer di dunia.Adapula perspektif yang lebih menyeluruh dan memfokuskan pada upaya studi konsumsi untuk mengerti bagaimana manusia berpikir dan berperilaku dalam kegiatan hidup. Pemasar yang berusaha mempengaruhi perilaku konsumen terletak pada premis konsumen adalah raja, motivasi dan perilaku konsumen dapat dimengerti melalui penelitian, perilaku konsumen dapat dipengaruhi melalui kegiatan persuasive yang menanggapi konsumen secara serius sebagai pihak yang berkuasa dan dengan maksud tertentu serta pengaruh konsumen memiliki hasil yang menguntungkan secara social asalkan pengamanan hokum, etika, dan moral berada pada tempatnya untuk mengekang upaya manipulasi (Engel, 1994).

 

Pengertian Citra

Konsumen dalam membeli dan mengkonsumsi sesuatu bukan hanya mengharapkan sekedar barang saja, akan tetapi ada sesuatu yang lain. Sesuatu yang lain itu sesuai dengan citra yang terbentuk dalam dirinya. Suatu perusahaan berkepentingan untuk memberikan informasi kepada publik agar dapat membentuk citra yang baik.

Adapepatah yang mengatakan bahwa citra merupakan poin awal untuk sukses dalam pemasaran. Istilah citra atau image ini mulai popular pada tahun 1950-an dalam konteks organisasi, perusahaan, nasional dan sebagainya.

Citra tidak dapat dibuat seperti barang dalam suatu pabrik, akan tetapi citra adalah kesan yang diperoleh sesuai dengan pemahaman dan pengetahuan seseorang terhadap sesuatu. Citra yang ada pada perusahaan terbentuk dari bagaimana perusahaan tersebut melakukan kegiatan operasionalnya yang mempunyai landasan utama pada segi pelayanan.

Suatu perusahaan harus mampu untuk melihat sendiri bagaimana citra yang ditampilkan kepada masyarakat yang dilayani. Perusahaan juga harus bisa memberikan suatu evaluasi apakah citra yang diberikan telah sesuai dengan yang diharapkan atau jika perlu ditingkatkan lagi.

Jadi citra ini dibentuk berdasarkan impresi atau pengalaman yang dialami oleh seseorang terhadap sesuatu, sehingga pada akhirnya membangun suatu sikap mental. Sikap mental ini nantinya akan dipakai sebagai pertimbangan untuk mengambil keputusan karena citra dianggap mewakili totalitas pengetahuan seseorang terhadap sesuatu.

Dengan demikian menurutAlma(1992) citra adalah :

Image is the impression, feeling, the conception which the public has of a company, a conditionally created impression of an object, person or organization atau citra adalah kesan, impresi, perasaan atau konsepsi yang ada pada publik mengenai perusahaan, mengenai suatu obyek, orang atau lembaga.

 

Ciri – Ciri Pembentuk Citra

Ciri-ciri produk atau jasa yang membentuk suatu citra berkaitan dengan unsur-unsur kegiatan pemasaran. Ciri-ciri pembentuk citra yang sering bersinggungan dengan kegiatan pemasaran, misalnya, merek, desain produk atau jasa, pelayanan, label dan lain sebagainya. Program yang baik dalam suatu perencanaan dalam pengembangan produk atau jasa tidak akan lupa untuk mencantumkan kegiatan perusahaan yang mencakup ciri pembentuk citra untuk produk dan jasa atau perusahaannya.

 

Kabinet Indones…

Kabinet Indonesia Bersatu II

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dilantik menjadi Presiden RI untuk periode kedua, 2009 – 2014, pada 20 Oktober 2009. Bersama Wakil Presiden Boediono, Presiden SBY diambil sumpahnya dalam Sidang Paripurna MPR-RI. Sehari kemudian, 21 Oktober 2009, Presiden SBY mengumumkan daftar anggota kabinet baru yang dinamai `Kabinet Indonesia Bersatu II`. Sesuai ketentuan UU No.39 Tahun 2008 tentang Kementerian Negara, jumlah kementerian tetap 34, terdiri atas 3 (tiga) Menteri Koordinator dan seorang Sekretaris Negara, 20 (duapuluh) menteri yang memimpin departemen, dan 10 (sepuluh) menteri negara.

 

Pada 18 Oktober 2011, Presiden SBY mengumumkan reshuffle kabinet. Para menteri baru tersebut dilantik pada 19 Oktober 2011. Terdapat tujuh wajah baru di jajaran kementerian. Tidak semuanya baru sama sekali karena ada beberapa yang bergeser posisi. Lalu, ada penambahan fungsi pada dua kementerian sehingga nama lembaganya pun berubah. Keduanya adalah Kementerian Pendidikan Nasional yang kini menjadi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, lalu Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata berubah menjadi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

 

Berikut susunan Kabinet Indonesia Bersatu II selengkapnya:

 

 
Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono
Presiden Republik Indonesia
www.presidensby.info
  Prof. Dr. Budiono, M.Ec 
Wakil Presiden Republik Indonesia
www.setwapres.go.id
     
Marsekal TNI (Purn) Djoko Suyanto
Menteri Koordinator
Politik, Hukum dan Keamanan
www.polkam.go.id
 
Ir. Hatta Rajasa
Menteri Koordinator 
Perekonomian
www.ekon.go.id
Dr. H.R. Agung Laksono
Menteri Koordinator 
Kesejahteraan Rakyat
www.menkokesra.go.id

  

 
Letjen TNI (Purn) Sudi Silalahi
Menteri Sekretaris Negara
www.setneg.ri.go.id
  Gamawan Fauzi SH,MS
Menteri Dalam Negeri
www.depdagri.go.id
     
Dr. Raden Mohammad Marty Muliana Natalegawa, M.Phil, B.Sc
Menteri Luar Negeri
www.deplu.go.id
EE Mangindaan,SIP
Menteri Perhubungan
www.dephub.go.id
Prof.Dr.Ir. Muhammad Nuh
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan
www.depdiknas.go.id
     
Prof. Dr. Ir. Purnomo Yusgiantoro
Menteri Pertahanan
www.dephan.go.id
Ir.Mohamad Suleman Hidayat
Menteri Perindustrian
www.dprin.go.id
Dr.H. Salim Segaf Al-Jufrie
Menteri Sosial
www.depsos.go.id
     
Amir Syamsudin
Menteri Hukum dan HAM
www.depkehham.go.id
Gita Wirjawan
Menteri Perdagangan
www.depdag.go.id
Drs. H. Suryadharma Ali
Menteri Agama
www.depag.go.id
     
Ir. H. Tifatul Sembiring
Menteri Komunikasi dan Informatika
www.depkominfo.go.id
Ir. H. Suswono, MMA
Menteri Pertanian
www.deptan.go.id
Dr. Mari E. Pangestu
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
www.budpar.go.id
     
Basrief Arief
Jaksa Agung
www.kejaksaan.go.id
Zulkifli Hasan, SE, MM
Menteri Kehutanan
www.dephut.go.id
Balthazar Kambuaya
Menteri Negara Lingkungan Hidup
www.menlh.go.id
     
Agus D.W. Martowardojo
Menteri Keuangan 
www.depkeu.go.id
Ir. Jero Wacik, SE
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral
www.esdm.go.id
Linda Amalia Sari, Sip
Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan
www.menegpp.go.id
     
Dr. dr. Endang Rahayu Sedyaningsih
Menteri Kesehatan
www.depkes.go.id
Syarif Cicip Sutardjo
Menteri Kelautan dan Perikanan
www.dkp.go.id
Azwar Abubakar
Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara
www.menpan.go.id
     
Ir. H. Ahmad Helmy Faishal Zaini
Menteri Negara Pembangunan Daerah Tertinggal
www.kemenegpdt.go.id
Drs H. A. Muhaimin Iskandar, MSi
Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi
www.nakertrans.go.id
Djan Faridz
Menteri Negara Perumahan Rakyat 
www.kemenpera.go.id
     
Dr. Syariefuddin Hasan
Menteri Negara Koperasi dan UKM
www.depkop.go.id
Ir. Djoko Kirmanto, Dipl. HE
Menteri Pekerjaan Umum
www.pu.go.id
Dr. Andi Alfian Mallarangeng
Menteri Negara Pemuda dan Olahraga
     
Dahlan Iskan
Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara
www.bumn-ri.com
Prof. Dr. Armida Alisjahbana
Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala BAPPENAS
www.bappenas.go.id
Prof.Dr.Ir. H. Gusti Muhammad Hatta
Menteri Negara Riset dan Teknologi/Kepala BPPT
www.ristek.go.id
     sumber: http://www.presidenri.go.id/index.php/statik/kabinet.html

olimerisasi Kondensasi dan Penggolongan Polimer

kelucuan Murid VS Guru

Murid SD Dengan Gurunya
Anto yang duduk dibangku SD ditanya Bu Fanny, Gurunya
Bu Fanny : Anto, ada 5 bebek yang lagi mencari makan disawah. Kalo ditembak pemburu,
kena satu yang tinggal berapa ?
Setelah berpikir sejenak, si Anto menjawab “Ga ada sisanya bu ”
Bu Fanny bertanya “kenapa ga ada sisanya ?”
Si Anto menjawab” yang lain terbang semua karena kaget”
Bu Fanny tersenyum bijak dan berkata “yah, sebetulnya bukan itu jawabannya. tapi saya suka cara
berpikir kamu ”
Si Anto tidak mau kalah ” boleh saya yang tanya bu guru ?”
Bu Fanny ” boleh”
Si Anto ” ada tiga wanita makan eskrim, satu makanya dikunyah2, yang satu digigit2 dan yg terakhir dijilat2. pertanyaannya wanita mana yang sudah menikah ?”
Tanpa berpikir panjang Bu Fanny menjawab ” sudah pasti yang menjilat2 eskrimnya”
Si Anto senyum2 dan berkata ” sebetulnya yang sudah menikah yang menggunakan cincin kawin bu……. tapi saya suka cara berpikir ibu “

PROTEIN;
Uji Kualitatif Indetifikasi, Uji Kelarutan dan Penentuan Titik Isoelektrik Protein

BAB I
PENDAHULUAN
Protein (protos yang berarti ”paling utama”) adalah senyawa organik kompleks yang mempuyai bobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari monomer-monomer asam amino yang dihubungkan satu sama lain dengan ikatan peptida. Peptida dan protein merupakan polimer kondensasi asam amino dengan penghilangan unsur air dari gugus amino dan gugus karboksil. Jika bobot molekul senyawa lebih kecil dari 6.000, biasanya digolongkan sebagai polipeptida.
Proetin banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia. Seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi kehidupan organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Maka, penting bagi kita untuk mengetahui tentang protein dan hal-hal yang berkaitan dengannya.
Oleh karena itu, kegiatan praktikum ini bertujuan untuk mengetahui adanya ikatan peptida dari suatu protein, membuktikan adanya asam amino bebas dalam suatu protein, membuktikan adanya asam amino yang berinti benzena, mengetahui kelarutan protein terhadap suatu pelarut tertentu, dan mengetahui titik isoelektrik dari suatu protein secara kualitatif.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Buiret adalah senyawa dengan dua ikatan peptida yang terbentuk pada pemanasan dua mulekul urea. Ion Cu2+ dari preaksi Biuret dalam suasana basa akan berekasi dengan polipeptida atau ikatan-ikatn peptida yang menyusun protein membentuk senyawa kompleks berwarna ungu atau violet. Reaksi ini positif terhadap dua buah ikatan peptida atau lebih, tetapi negatif untuk asam amino bebas atau dipeptida.
Semua asam amino, atau peptida yang mengandung asam-α amino bebas akan bereaksi dengan ninhidrin membentuk senyawa kompleks berwarna biru-ungu. Namun, prolin dan hidroksiprolin menghasilkan senyawa berwarna kuning.
Protein mengandung asam amino berinti benzen, jika ditambahkan asam nitrat pekat akan mengendap dengan endapan berwarna putih yang dapat berubah menjadi kuning sewaktu dipanaskan. Senyawa nitro yang terbentuk dalam suasana basa akan terionisasi dan warnanya akan berubah menjadi lebih tua atau jingga. Rekasi ini didasarkan pada uji nitrasi inti benzena yang terdapat pada mulekul protein menjadi senyawa intro yang berwarna kuning
Protein bersifat amfoter, yaitu dapat bereaksi dengan larutan asam dan basa. Daya larut protein berbeda di dalam air, asam, dan basa; ada yang mudah larut dan ada yang sukar larut. Namun, semua protein tidak larut dalam pelarut lemak seperti eter dan kloroform. Apabila protein dipanaskan atau ditambah etanol absolut, maka protein akan menggumpal (terkoagulasi). Hal ini disebabkan etanol menarik mantel air yang melingkupi molekul-molkeul protein.
Kelarutan protein di dalam suatu cairan, sesungguhnya sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain, pH, suhu, kekuatan ionik dan konstanta dielektrik pelarutnya.
Protein seperti asam amino bebas memiliki titik isoelektrik yang berbeda-beda. Titik Isoelektrik (TI) adalah daerah pH tertentu dimana protein tidak mempunyai selisih muatan atau jumlah muatan positif dan negatifnya sama, sehingga tidak bergerak ketika diletakkan dalam medan listrik. Pada pH isoelektrik (pI), suatu protein sangat mudah diendapkan karena pada saat itu muatan listriknya nol.

BAB III
METODOLOGI
Metode yang digunakan pada kegiatan praktikum ini adalah menggunakan alat-alat, bahan-bahan, dan prosedur-prosedur sebagai berikut :
A. Alat

a. Pipet tetes
b. Tabung reaksi
c. Rak tabung reaksi
d. Penjepit tabung reaksi
e. Penangas air
f. Alat permanas
g. Pengatur waktu
h. Pipet ukur

B. Bahan

a. Albumin 2 %
b. Gelatin 2 %
c. Kasein 0,5 %
d. Pepton 0,5 %
e. Glisin 2 %
f. Pereaksi Ninhidrin 0.1 %
g. Triptofan 2 %
h. Larutan HNO3 Pekat
i. Larutan NaOH 10 %
j. Larutan CuSO4 0.2 %
k. Fenilanalina 2 %
l. Larutan Kasein Netral
m. Buffer asetat pH : 3,8; 4,7; 5,0; 5,3; 5,9
n. Akuadestilata
o. Larutan HCl 10 %
p. Larutan NaOH 40 %
q. Alkohol 96 %
r. Kloroform

C. Prosedur
1. Uji Biuret
• Sediakan 4 tabung reaksi yang bersih dan kering, lalu masing-masing diisi dengan larutan Albumin, Kasein, Gelatin dan Glisin sebanyak 2 mL.
• Tambahkan pada setiap tabung 1 mL NaOH 10 % dan CuSO4 0.2 % sebanya 3 tetes.
• Campur dengan baik.
• Amati dan catat perubahan warna yang terjadi

2. Uji Ninhidrin
• Sediakan 4 tabung reaksi yang bersih dan kering, lalu masing-masing diisi dengan larutan Albumin, Kasein, Gelatin dan Glisin sebanyak 2 mL.
• Tambahkan pada setiap tabung 5 tetes pereaksi Ninhidrin
• Campur dengan baik, dan panaskan di penangas air hingga mendidih selama 5 menit.
• Amati dan catat perubahan warna yang terjadi
3. Uji Xantoprotein
• Sediakan 4 tabung reaksi yang bersih dan kering, lalu masing-masing diisi dengan larutan Albumin, Kasein, Gelatin dan Triptofan sebanyak 2 mL.
• Tambahkan pada setiap tabung 1 mL HNO3 pekat. Perhatikan adanya endpan putih yang terbentuk
• Panaskan 1 menit sampai endapan larut kembali dan larutan berubah menjadi berwarna kuning.
• Amati dan catat perubahan warna yang terjadi
• Reaksi adalah positif, jika pada bidang perbatasan (interface) antara protein dan NaOH tebentuk warna jingga.
4. Uji Kelarutan Protein
• Sediakan 5 tabung reaksi yang bersih dan kering. Lalu masing-masing diisi dengan akudestilata, HCl 10 %, NaOH 40 %, alkohol 96 %, dan kloroform sebanyak 1 mL
• Tambahkan pada setiap tabung 2 mL albumin telur
• Kocoklah dengan kuat, kemudian amati sifat kelarutannya.
• Ulangi percobaan menggunakan gelatin
5. Uji Penentuan Titik Isoelektrik Protein
• Sediakan 5 tabung reaksi yang berisih dan kering, lalau masing-masing diisi sengan larutan kasein netral sebanyak 1 mL.
• Tambahkan pada setiap tabung 1 mL buffer asetat masing-masing dari pH 3.8; 4.7; 5.0; 5.3; dan 5.9
• Kocoklah campuran dengan baik, lalau catat derajat kekeruahnya setelah 0, 10, dan 30 menit.
• Perhatikan hasilnya, yaitu pada tabung beberapa bentuk endapan maksimal
• Selanjutnya panaskan semua tabung di dalam penangas air.
• Amati hasilnya. Pembentukan endapan kekeruhan, palng cepat atau paling banyak merupakan titik isoelektriknya.

BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
A. Uji Biuret
No. Zat Uji Hasil Uji Biuret Polipetida (+/-)
1 Albumin 2 % Berwarna Ungu +
2 Gelatin 2% Berwarna Violet +
3 Kasein 0.5% Berwarna Ungu +
4 Glisin 2% Berwarna Biru –
Polipeptida mempuyai perbedaan dengan protein. Polipeptida mempunyai residu asam amino ≤ 100 dan dan bobot mulekul ≤ 6.000. Sedangkan, pada protein residu asam amnionya ≥ 100 dan bobot mulekulnya ≥ 6.000. Pada praktikum ini, zat uji Glisin menunjukkan hasil negatif dengan indikasi terbentuknya warna biru adalah karena tidak adanya ikatan peptida. Glisin adalah salah satu asam amino esenial dengan rumus bangun NH2—CH2CO2H. Sedangkan pada Albumin, Gelatin dan Kasein rumus bangunya lebih kompleks dan mengikat dua atau lebih asam amino esensial , sehingga terbentuk ikatan peptida.
Berikut gambaran proses pembantukan ikatan peptida :

Jadi, ikatan peptida hanya terbentuk apabila ada dua atau lebih asam amino esensial yang bereaksi.

B. Uji Ninhidrin

No. Zat Uji Hasil Uji Ninhidrin Asam amino bebas (+/-)
1 Albumin 2 % Berwarna Ungu +
2 Gelatin 2% Berwarna Ungu +
3 Kasein 0.5% Bening –
4 Pepton 2% Berwarna Merah Muda –
5 Fenilanalina Berwarna Ungu +

Asam amino bebas adalah asam amino dimana gugus aminonya tidak terikat. Pada praktikum di atas, albumin, gelatin, dan fenilanalina membentuk warna ungu kaena dapat bereaksi dengan Ninhidrin. Hal ini menandakan ketiga zat uji tersebut mempunyai gugus asam amino bebas.
Sebaliknya, pada kasein dan pepton tidak diperoleh indikasi terbentuk atau adanya asam amino bebas, karena reaksi dengan ninhidrin tidak berwarna sampai membentuk warna merah muda. Semakin banyak ninhidrin pada zat uji yang dapat bereaksi, semakin pekat warnanya. Hal ini juga mendasari bahwa uji Ninhidrin dapat digunakan untuk menentukan asam amino secara kuantitatif.

C. Uji Xantoprotein

No. Zat Uji Hasil Uji Xantoprotein Asam amino berinti benzena (+/-)
1 Albumin 2 % Lapisan Jingga +
2 Gelatin 2% Bening –
3 Kasein 0.5% Lapisan Merah –
4 Triptofan 2% Lapisan Kuning Jingga +

Ada sebagian peptida dan protein yang mempunyai gugus asam amino berinti benzena. Seperti fenilanalina, tirosin, albumin, riptofan dan lain sebagainya. Pada praktikum di atas, hasil positif pada zat uji albumin dan triptofan mengindikasikan keduanya terdapat inti benzena, yaitu dengan indikasi terbentuknya lapisan jingga atau kuning jingga.
Sedangkan, pada kasein dan gelatin menghasilkan lapisan merah dan bening mengindikasikan negatif. Berikut contoh struktur bangun protein yang berinti benzena :

—CH2CHCO2OH

NH2
Feinilanalina
D. Uji Kelarutan Protein
No. Zat Uji Akuadestilata HCl 10 % NaOH 40 % Alkohol 96 % Kloroform
1 Albumin Larut Larut Tidak Larut Larut Tidak Larut
2 Gelatin Larut Larut Tidak Larut Larut Tidak Larut

Protein mempunyai kemampuan untuk larut pada beberapa zat pelarut, karena pada dasarnya ia bersifat amfoter. Pada praktikum di atas, protein (albumin dan gelatin) tidak larut hanya pada NaOH 40 % dan kloroform. Karena, keduanya adalah pelarut lemak.

E. UJI Penentuan Titik Isoelektrik Protein

No. Tabung pH Pengamatan Endapan, sedikit atau banyak
1 3.8 0; Endapan Banyak 10; Endapan Banyak 30; Endapan Banyak
2 4.7 0; Endapan Sedikit 10; Endapan Sedikit 30; Endapan Sedikit
3 5.0 0; Tidak Ada 10; Tidak Ada 30; Tidak Ada
4 5.3 0; Tidak Ada 10; Tidak Ada 30; Tidak Ada
5 5.9 0; Tidak Ada 10; Tidak Ada 30; Tidak Ada
Setelah dipanaskanm, hasilnya sama dengan hasil semula.

Pada praktikum di atas, semaikn kecil pH buffer asetatnya, semakin banyak endapannya. Karena pH yang kecil dan benyak membantuk endapan berarti selisih muatan listriknya antara yang positif dan negatif sama. Sehingga, tidak dapat bergerak dan membantuk endapan atau warna keruh. Jadi, pada pH 3,8 dan 4,7 sebagai dua pH terkecil dapat membentuk endapan, karena terbentuk muatan negatif dan positif yang sama.

BAB V
KESIMPULAN

• Albumin, Gelatin, Kasein positif Polipetida. Sedangkan, Glisin negatif.
• Pada Albumin, Geltain, Fenilanalin, terdapat asam amino bebas. Sedangkan Kasein dan Pepton tidak.
• Pada Albumin dan Triptofan inti asam aminonya berupa benzena. Sedangkan Gelatin dan Kasein tidak.
• Protein (Albumin dan Gelatin) larut pada akuadestilata, HCl 10 %, dan alkohol 96 %. Dan tidak larut pada NaOH 40 % dan kloroform.
• Semakin kecil pH Buffer asetat pada uji Isoelektrik, semakin banyak endapan yang terbentuk.

BAB VI
DAFTAR PUSTAKA

Jalip, I.S. 2008. Penuntun Praktikum Kimia Organik. Laboratorium Kimia Fakultas Biologi Universitas Nasional. Jakarta.
Robinson, Trevor. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Penerbit ITB. Bandung

Bakteri coliform adalah golongan bakteri intestinal, yaitu hidup dalam saluran
pencernaan manusia. Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik
lain. Lebih tepatnya, sebenarnya, bakteri coliform fekal adalah bakteri indikator adanya
pencemaran bakteri patogen. Penentuan coliform fekal menjadi indikator pencemaran
dikarenakan jumlah koloninya pasti berkorelasi positif dengan keberadaan bakteri patogen.
Selain itu, mendeteksi Coliform jauh lebih murah, cepat, dan sederhana daripada mendeteksi
bakteri patogenik lain. Contoh bakteri coliform adalah, Esherichia coli dan Entereobacter
aerogenes. Jadi, coliform adalah indikator kualitas air. Makin sedikit kandungan coliform,
artinya, kualitas air semakin baik.
Terdapatnya bakteri coliform dalam air dapat menjadi indikasi kemungkinan besar
adanya organisme patogen lainnya. Bakteri coliform dibedakan menjadi 2 tipe, yaitu faecal
coliform dan non-faecal coliform. E. coli adalah bagian dari faecal coliform. Keberadaan E. coli
dalam air dapat menjadi indikator adanya pencemaran air oleh tinja. E. coli digunakan sebagai
indikator pemeriksaan kualitas bakteriologis secara universal dalam analisis dengan alasan;
a) E. coli secara normal hanya ditemukan di saluran pencernaan manusia (sebagai flora normal)
atau hewan mamalia, atau bahan yang telah terkontaminasi dengan tinja manusia atau hewan;
jarang sekali ditemukan dalam air dengan kualitas kebersihan yang tinggi,
b) E. coli mudah diperiksa di laboratorium dan sensitivitasnya tinggi jika pemeriksaan dilakukan
dengan benar,
c) Bila dalam air tersebut ditemukan E. coli, maka air tersebut dianggap berbahaya bagi
penggunaan domestik,
d) Ada kemungkinan bakteri enterik patogen yang lain dapat ditemukan bersama-sama dengan
E. coli dalam air tersebut.
Penting untuk kita mengetahui adanya bakteri coliform atau tidak, yaitu bila terjadi
perubahan warna jadi kuning/orange dan terdapat gas pada tabung durham maka pada sampel
tersebut terdapat bakteri golongan coliform. Bila belum mengalami perubahan warna maka air
dieramkan lagi 48 jam, jika dalam 48 jam tidak ada perubahan warna maka air tersebut tidak
mengandung bakteri coliform. Untuk mengetahui jumlah sel bakteri golongancoli f orm yang terdapat
dalam sampel air, dilakukan metoda Jumlah Perkiraan Terdekat atau Most Probable Number, untuk
menentukan apakah air yang digunakan masih sesuai peruntukannya sebagai air minum atau tidak.
Berdasarkan hasil percobaan yang dilakukan terhadap 8 sampel yang di uji (air merek
aqua, air masak, air zam-zam, air sumur, air tanah, air pam, air keran, air kosan), terdapat tiga
tahap pengujian yang dilakukan yaitu :
a. Uji Praduga
Media pada tabung adalah Lactose Broth yang diberi indikator perubahan pH dan
ditambah tabung durham. Pemberian sampel pada tiap seri tabung berbeda-beda. Untuk sampel
sebanyak 10 ml ditumbuhkan pada media LBDS (Lactose Broth Double Stegth) yang memiliki
komposisi Beef extract (3 gr),peptone (5 gr),lactos e (10 gr) dan Bromthymol Blue (0,2 %) per
liternya. Untuk sampel 1 ml dan 0,1 ml dimasukkan pada media LBSS (Lactose Broth Single
Stegth) yang berkomposisi sama tapi hanya kadar laktosa setengah dari LBDS yaitu 5 gr.
1.
Tanda positif pada tabel hasil pengamatan menunjukkan adanya bakteri coliform
dalam sample air yang diuji. Indikator yang digunakan dalam melakukan pengamatan ini
adalah dengan melihat perubahan warna yaitu menjadi kuning, ada gelembung dalam tabung
durham dan gas pada tabung reaksi, hal ini terjadi karena mikroba (bakteriColifor m) yang
tumbuh mampu memfermentasikan laktosa menjadi asam dan gas. Gelembung gas
menunjukan adanya metabolisme pada bakteri tersebut. Berdasarkan tabel hasil pengamatan
hanya sampel 3,4 6, dan 8 yang positif pada waktu inkubasi 24 jam sedangkan sampel 5
( air tanah ) dan 7 (air keran) terbentuk gas pada inkubasi 48 jam sehingga di sebut
meragukan.
2.
Tanda negatif (-) pada tabel menunjukkan tidak terdapatnya gelembung dalam
tabung durham dan gas pada tabung reaksi, hal ini menunjukkan tidak terdapat aktivitas
mikroba (bakteriColifor m) dalam tabung kultur. Hasil negatif terdapat pada sampel 1 dan 2.
3.
Nilai MPN ditentukan dengan kombinasi jumlah tabung positif (asam dan gas)
tiap serinya setelah diinkubasi. Untuk inkubasi 24 jam

4.Hasil sample air pada tabung yang positif ( sampel 3, 4, 6 dan 8 ) dan yang
meragukan ( sampel 5 dan 7) kemudian dilakukan uji lanjut, yaitu uji penguat.
b. Uji Penguat
Pada uji ini digunakan medium EMB yang komposisinya terdiri dari Pepton 10 gram, 5
gram lactose, 2 gram
4
2HPO
K
, 13.5 gram agar, 0.4 gram eosin Y, 0.065 Methylene blue. EMB
(Eosin-Methylen Blue) merupakan media selektif untuk isolasi dan diferensial bakteri enterik,
karena kandungan eosin akan menghambat pertumbuhan bakteri Gram positif, sedangkan
Methylen Blue sebagai indikator fermentasi laktosa dan sukrosa yang ditunjukkan oleh adanya
perubahan warna Hasil dari isolasi pada media EMB tampak adanya koloni berbentuk bulat,
sirkuler dan halus berwarna hijau metalic sheen yaitu pada sampel 6 ( Air pam) dan sampel 7 (air
keran) . Fermentasi laktosa dan sukrosa membentuk koloni berwarna gelap. Presipitat gelap ini
mungkin MB-eosionate yang dipresipitasi sebagai akibat pH rendah yang berada di sekitar
koloni yang memfermentasi laktosa atau sukrosa. Sedangkan pada 4 petri lainnya tidak terjadi
warna hijau metalik hal ini menunjukan pada ke empat sampel air tersebut tidak ditemukannya
E.coli. Untuk lebih meyakinkan adanya keberadaan E.coli pada sampel tersebut maka perlulah
dilakuka uji selanjutnya yaitu uji Penyempurna.

c. Uji Penyempurna
Uji ini dilakukan untuk memperkuat dugaan bahwa pada sampel air 6 dan 7 terdapat
bakteri E.coli. Pada uji ini dilakukan dua pengujian yaitu dengan menggunakan LB dan tabung
durham sedangkan yang kedua dengan menanam bakteri tersebut pada NA agar miring sehingga
setelah inkubasi selama 24 jam dapat diamati di bawah mikroskop dengan terlebih dahulu
melakukan pewarnaan gram. LB digunakan untuk menguji kembali terbentuknya gas pada
tabung durham sebagai hasil fermentasi lactose oleh E.coli dan berdasarkan hasil percobaan pada
kedua tabung reaksi terbentuk gelembung gas. Namun pada pengamatan mikroskop, sampel
nomor 6 ( air pam ) teridentifikasi adanya bakteri gram negatif yang ditandai dengan warna pink
pada dinding selnya, dan bentuknya berupa basil pendek. Berdasarkan identifikasi tersebut
berarti pada sampel 6 terdapat E.coli. Lain halnya dengan sampel 7 (air keran), hasil pengamatan
di bawah mikroskop mengidentifikasikan bakteri yang ada adalah bakteri gram positif yang
ditandai dengan warna ungu pada dinding sel yang terwarnai dengan bentuknya berupa basil
pendek. Berdasarkan identifikasi tersebut berarti pada sampel 7 tidak terdapat E.coli.

KESIMPULAN
.
Koliform sebagai suatu kelompok dicirikan sebagai bakteri berbentuk batang, gram
negatif, tidak membentuk spora, aerobik dan anaerobik fakultatif yang memfermentasi
laktosa dengan menghasilkan asam dan gas dalam waktu 48 jam pada suhu 35oC
Faktor-faktor yang mempengaruhi pengidentifikasian bakteri E.coli adalah sebagai
berikut :
a.Media cair Lactosa Broth yang digunakan untuk media penanaman bakteri karena
memiliki molekul gula yang lebih sederhana sehingga mudah difermentasi oleh
bakteri.
b.
Tabung durham pada tabung reaksi yang digunakan untuk
mengidentifikasi adanya metabolism bakteri coliform dimana udara pada tabung
durham yang merupakan hasil dari fermentasi dari laktosa.
c.Media EMBA yang digunakan untuk dapat digunakan untuk penanaman bakteri.

Pengidentifikasian bakteri E. coli tersebut dilakukan dengan berbagai tahapan,
mulai dari pembiakan bakteri pada lactose broth, penanaman pada EMBA, yang
kemudian dilanjutkan dengan pengecatan gram. Sampel akan dikatakan mengandung
bakteri E. coli apabila menunjukkan warna hijau metalik.

Bakteri coliform adalah bakteri indikator keberadaan bakteri patogenik lain.
DAFTAR PUSTAKA
Sujaya, I Nengah.2005.Penuntun Praktikum Mikrobiologi.Denpasar:Program Studi Ilmu
Kesehatan Masyarakat.
Dwidjoseputro, D. 2005. Dasar-Dasar Mikrobiologi. Surabaya: Djambatan
Pelczar, Michael. 2006. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta : UI Press
Darkuni, M. Noviar. 2001. Mikrobiologi (Bakteriologi, Virologi, dan Mikologi). Malang:
Universitas Negeri Malang.

http://linggars.com/post/laporan-morfologi-jamur-benang.html

LAPORAN RESMI
PRAKTIKUM PEMBUATAN BINDER

KELOMPOK : VII ( Tujuh )
Disusun Oleh:
1. Jumhir ( 100102012 )
2. Ratna Sari Dewi ( 100102022 )
3. Rika Febriyani ( 100102023 )

KEMENTERIAN PERINDUSTRIAN REPUBLIK INDONESIA
AKADEMI TEKNOLOGI KULIT
YOGYAKARTA
2012

LEMBAR PENGESAHAN

Judul : Laporan Resmi Praktikum Pembuatan Binder

Disusun Oleh :
1. Jumhir ( 10102012 )
2. Ratna Sari Dewi ( 10102022 )
3. Rika Febriyani ( 10102023 )

Dinyatakan memenuhi/belum memenuhi*) persyaratan pengesahan Laporan Resmi.

Yogyakarta, 06 Januari 2012

Menyetujui Praktikan
Dosen Pengampu Jumhir ( )
Ratna Sari Dewi ( )
Rika Febriyani ( )
Sri Sumarni Bsc

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa karena atas rahmat dan hidayah-Nya maka penyusun telah berhasil menyelesaikan laporan praktikum mengenai “Laporan Resmi Praktikum Pembuatan Binder”. Laporan yang sederhana ini disajikan dari bahan materi yang diambil dari hasil pengamatan dari praktikum, Tanya jawab bahkan buku dan situs internet sebagai pelengkapnya.
Atas terselesainya laporan praktikum ini, pada kesempatan ini mengucapkan terima kasih kepada:
1. Ibu Sri Sumarni, Bsc dan asisten dosen yang telah memberikan kesempatan kepada penulis untuk membuat laporan praktikum ini.
2. Teman-teman yang telah ikut serta membantu penulis dalam mencari bahan guna mendukung penulisan laporan praktikum ini.
3. Semua pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu persatu yang telah membantu dalam penyelesaian laporan praktikum ini.

Akhir kata “tiada gading yang tak retak”, begitu pula dengan laporan ini. Oleh karenanya kritik dan saran tetap dinantikan untuk membantu penyempurnaan penyusunan laporan dimasa yang akan datang. Semoga laporan ini bermanfaat bagi penyusun pada khususnya dan pembaca pada umumnya
Yogyakarta, 06 Januari 2012

Penulis
Kelompok 7

DAFTAR ISI Halaman
HALAMAN JUDUL………………………………………………………………………………………………… 1
LEMBAR PENGESAHAN………………………………………………………………………………………. 2
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………………………………… 3
DAFTAR ISI …………………………………………………………………………………………………………… 4
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar belakang…………………………………………………………………………………………. 5
1.2. Tujuan praktikum……………………………………………………………………………………… 6

BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1. Dasar Teori………………………………………………………………………………………………..7

BAB III METODELOGI PRAKTIKUM
3.1. Alat dan bahan………………………………………………………………………………………….11
3.2. Langkah Kerja………………………………………………………………………………………….11

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
3.1. Hasil…………………………………………………………………………………………………………14
3.2. Pembahasan………………………………………………………………………………………………15

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan………………………………………………………………………………………………18
5.2. Saran……………………………………………………………………………………………………….18

DAFTAR PUSTAKA………………………………………………………………………………………………19

BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Binder merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses penyamakan kulit. bahan ini memiliki fungsi atau manfaat sebagai perekat antara cat tutup dengan cat dasar. Binder ini biasanya terbuat dari bahan-bahan yang mengandung protein, contoh bahan-bahan yang mengandung protein antara lain susu, telur, kulit, dan lain-lain.
Lazimnya orang-orang yang terjun di industri perkulitan cenderung menggunkan binder paten. Karena mereka sudah tahu kualitas binder paten itu sendiri. Padahal jika kita bandingkan binder konvensional dengan binder-binder paten, tidak menutup kemungkinan binder konvensional kalah kualitasnya dengan binder-binder paten.
Dengan meningkatnya kebutuhan hidup dan melonjaknya harga-harga bahan-bahan kimia. Orang-orang mulai mencoba menggunakan binder alami dengan kualitas yang hampir sama, sama, atau bahkan lebih baik dipandingkan dengan dinder-binder yang telah dipatenkan.Selaiin itu, menilik pada perkembangan zaman yang semakin canggih dan kebutuhan manusia yang juga semakin meningkat maka akan terasa sekali pentingnya perkembangan ilmu pengetahuan baik secara teoritis maupun praktis. Oleh karena itu, dengan semakin majunya peradaban manusia maka penggunaan alat pemenuhan kebutuhan juga semakin meningkat. Hal ini juga terjadi didunia industri perkulitan.
Dalam prosesnya penyamakan tidak lepas dari penggunaan bahan – bahan kimia baik yang berbahaya maupun yang tidak berbahaya. Bahan –bahan kimia tersebut banyak diperoleh dari pabrik yang kebanyakan menggunakan bahan – bahan kimia campuran yang memiliki dampak yang kurang baik bagi lingkungan. Bahan-bahan kimia dan pendukung lainnya ini tidaklah dapat diperbaharui dalam waktu yang singkat apabila telah habis dalam penggunaannya. Sehingga ada kekhawatiran bahwa sumber-sumber untuk memperlancar proses penyamakan ini akan habis pada suatu saat nanti.
Solusi yang paling mudah adalah mencari bahan alternatif yang dapat mendukung dalam proses penyamakan yang dapat diperbaharui maupun yang masih tersedia dalam jumlah besar, seperti dari tumbuh-tumbuhan, hewan, dan alam sekitar kita yang dapat dimanfaatkan secara mudah, tanpa harus adanya bahan kimia yang berlebih. Karena apabila dalam penggunaan bahan kimia yang berlebih dengan tidak diimbangi dengan bahan alami, akan menyebabkan dampak yang negatif bagi kulit maupun barang jadinya nanti. Dibanding dengan bahan- bahan kimia dari pabrik, penggunaan bahan alami yang berasal dari lingkungan dirasa juga lebih aman dan tentunya lebih ramah lingkungan.
1.2. Tujuan
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah:
1. Mengetahui bagaimana proses pembuatan binder/perekat dari bahan dasar susu sapi segar, putih telur dan binder paten
2. Mampu mengaplikasikan binder yang telah dibuat pada kulit secara langsung.
3. Menguji tingkat kelunturan binder dengan alat crockmeter.
4. Menguji dan mengetahui tingkat tensile strength (kekuatan tarik) kulit yang telah diberi larutan binder.
5. Mengetahui tingkat kemuluran dari kulit yang telah diberi binder.

BAB II TINJAUAN PUSTAKAN

2.1. Dasar Teori
Binder
Binder merupakan bahan perekat atau pelapis pada proses finishing penyamakan kulit, sehingga permukaan kulit halus dan rata (Sharphouse, 1971). Binder adalah salah satu bahan yang digunakan dalam pengecatan tutup. Cat tutup merupakan bahan yang dipakai dalam proses pengecatan tutup.
Adapun tujuan dari pengecatan tutup itu sendiri adalah:
1.) Memperindah penampilan kulitnya dengan cara memperkuat warna, mengkilapkan, menghaluskan penampakan rajah dan menutup cacat atau penampakan warna cat dasar yang tidak rata.
2.) Melindungi rajah kulit dari kerusakan karena gesekan, pukulan, panas, hujan dan terpaan sinar matahari.
Berdasarkan bahan dasarnya binder dibedakan menjadi:
1.) Binder dengan bahan dasar alami (binder casein) susu, darah sapi, telur ayam.
2.) Binder dengan bahan dasar sintesis, selulosa asetat, poly vinil alcohol dan asam poly acrilio.
Binder merupakan substansi pembentuk lapisan film yang dapat mengkilapkan kulit pada proses glazing (digosok dengan kaca). Adapun syarat-syarat binder yang digunakan antara lain:
a.) Tidak mudah retak apabila melekat pada kulit.
b.) Tahan terhadap sinar matahari.
c.) Tahan terhadap gesekan.
d.) Menambah daya tarik kulit jadinya.
e.) Tahan terhadap lingkungan fisik maupun kimiawi.

Putih Telur
Albumen atau putih telur, merupakan 60% dr total brt telur tdr dr laps putih telur bag dlm, laps putih telur cair,laps putih telur padat, dan chalaza (Stadelman dan Cotterill,1977, Triyuwanta, 1983). Komposisi telur : air 66,74 % , protein 12-13%, lemak 10,5%, abu 5% dan Ca serta pospor masing-masing 0,5%
Putih telur mudah menggumpal pada suhu 55°C , sehingga penambahan asam karbol (fenol) sebagai pengawet
Protein mengalami denaturasi pada suhu 65°C, denaturasi yaitu terjadinya perubahan fisik dari protein yang ada pada putih telur karena pengaruh suhu dan pH tinggi, serta pemanasan di atas suhu 60°C

Susu Sapi
Susu merupakan hasil sekresi kelenjar susu sapi yang sedang laktasi atau ternak yang sedang laktasi, dan pemerahan dilakukan secara sempurna, tanpa ditambah atau dikurangi oleh sesuatu komponen. Protein penyusun utama pada susu adalah casein, yang banyaknya mencapai 80% dari protein yang ada. Protein dalam susu dapat mengalami dapat mengalami denaturasi pada suhu 65ºC, yakni terjadi perubahan fisis pada susu akibat pengaruh pH dan suhu yang tinggi.
Susu segar mempunyai nilai ph 6,6-6,7 susu mengalami penurunan bila terjadi aktifitas di dalam susu yang dapat menghasilkan asam, misalnya bakteri acetobacter aceti yang menghasilkan asam asetat. Susu mempunyai nilai ph 6,8 atau lebih diakibatkan oleh ketidak keseimbangan mineral didalam susu. Susu mempunyai citarasa manis dan agak asin. Rasa asin berasal dari klorida dan sitrat dari garam-garam mineral.
Menurut Kirk (1954) dan Hourowitz (1955) protein merupakan kumpulan gumpalan-gumpalan amino dari asam amino yang memiliki ikatan peptida. Sedangkan asam amino adalah asam karboksilat yang mengandung gugus asam amino. Protein bila dihidrolisis akan menghasilkan asam amino ± 20 turunan.
Turunan dari asam amino dari hasil hidrolisa dapat dikelompokkan menjadi 4 kelompok:
 Asam amino yang rantai cabangnya bersifat kationik atau bersifat basa.
Contoh: Arginine, Lysine, Histidine
 Asam amino yang rantai cabangnya bersifat anionic atau bersifat asam.
Contoh: Glutamic acid, Aspartic acid
 Asam amino yang rantai cabangnya bersifat netral.
Contoh: Serine, Threonine, Tyrosine, Tryptophan, Cystine, Methionine, Hydroxyproline.
 Asam amino yang rantai cabangnya bersifat nonpolar.
Contoh: Glycine, Leucine, Isoleucine, Phenililala nine, proline
Protein dalam susu mencapai 3,25%. Struktur primer protein terdiri atas rantai polipeptida dari asam-asam amino yang disatukan ikatan-ikatan peptida (peptide linkages). Beberapa protein spesifik menyusun protein susu. Kasein merupakan komponen protein yang terbesar dalam susu dan sisanya berupa whey protein. Kadar kasein pada protein susu mencapai 80%. Kasein terdiri atas beberapa fraksi seperti alpha-casein, betha-casein, dan kappa-casein. Kasein merupakan salah satu komponen organik yang berlimpah dalam susu bersama dengan lemak dan laktosa.(http://id.shvoong.com/medicine-and-health/nutrition/2212800-kandungan-protein-dalam-susu/#ixzz1j0lPzWWG)
Protein
Protein adalah salah satu bio-makromolekul yang penting perananya dalam makhluk hidup. Fungsi dari protein itu sendiri secara garis besar dapat dibagi ke dalam dua kelompok besar, yaitu sebagai bahan struktural dan sebagai mesin yang bekerja pada tingkat molekular. Apabila tulang dan kitin adalah beton, maka protein struktural adalah dinding batu-batanya. Beberapa protein struktural, fibrous protein, berfungsi sebagai pelindung, sebagai contoh a dan b-keratin yang terdapat pada kulit, rambut, dan kuku. Sedangkan protein struktural lain ada juga yang berfungsi sebagai perekat, seperti kolagen.
Protein dapat memerankan fungsi sebagai bahan struktural karena seperti halnya polimer lain, protein memiliki rantai yang panjang dan juga dapat mengalami cross-linking dan lain-lain. Selain itu protein juga dapat berperan sebagai biokatalis untuk reaksi-reaksi kimia dalam sistem makhluk hidup. Makromolekul ini mengendalikan jalur dan waktu metabolisme yang kompleks untuk menjaga kelangsungan hidup suatu organisma. Suatu sistem metabolisme akan terganggu apabila biokatalis yang berperan di dalamnya mengalami kerusakan.
Struktur Protein
Bagaimana suatu protein dapat memerankan berbagai fungsi dalam sistem makhluk hidup? Jawabnya adalah terletak pada strukturnya. Struktur protein terdiri dari empat macam struktur. Struktur pertama adalah struktur primer. Struktur ini terdiri dari asam-asam amino yang dihubungkan satu sama lain secara kovalen melalui ikatan peptida. Informasi yang menentukan urutan asam amino suatu protein tersimpan dalam molekul DNA dalam bentuk kode genetik. Sebelum kode genetik ini diterjemahkan menjadi asam-asam amino yang membangun struktur primer protein, mula-mula kode ini disalin kedalam bentuk kode lain yang berpadanan dengan urutan kode genetik pada DNA, yaitu dalam bentuk molekul RNA. Adapun gambar berikut ini merupakan struktur dari protein.
Kasein berasal dari bahasa latin yaitu Caseine yang berasal dari kata caesus yaitu keju. Kasein adalah zat yang digunakan sebagai stabilisator emulsi air susu. Kasein merupakan proteida fosfor yang dijumpai dalam endapat koloida air susu.
Kasein merupakan hasil pengolahan susu yang larut dalam larutan alkali dan asam pekat, mengendap dalam asam lemak, dan tidak larut dalam air, digunakan dalam pembuatan kertas sebagai bahan perekat dan pengikat pigmen pada permukaan kertas cetak seni atau digunakan dalam ofset sebagai bahan peka cahaya dalam pembuatan pelat. (http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2119918-pengertian-kasein/#ixzz1j0kvQinU)

Binder Patent
Binder patent adalah binder yang telah teruji kualitasnya untuk proses finishing pada kulit tersamak. Binder patent adalah binder yang paling sering digunakan pada proses finishing kulit tersamak, karena kualitasnya telah teruji. Ada berbagai macam jenis binder patent. Ada yang bersifat termoplastik dan ada yang bersifat termoset. Binder patent termasuk binder sintetis. Setiap binder patent berbeda kualitasnya, ini tergantung spesifikasi binder tersebut, digunakan untuk kulit jenis apa, dan dilihat dari struktur kulit yang akan melalui proses binder.

BAB III METODELOGI PRAKTIKUM
3.1. Alat Dan Bahan
A. Alat
Beaker glass Sudip/pengaduk
Erlenmeyer Termometer
Corong gelas piknometer
Pipet tetes Labu ukur
Pipet gondok Gunting
Penangas listrik Kertas pH
Kain kasa Kertas saring
B. Bahan
Susu sapi segar ½ liter Pigment hitam
Asam asetat akuades
Kulit kambing wax
Binder SSJ filler
Putih telur

3.2. Langkah Kerja
Pembuatan Binder Dari putih telur
 Ditimbang putih telur sebanyak 20 gram, gliserin 15 gram, amoniak 2,5gram, filler 415 10 gram dan pigment hitam sebanyak 10 gram
 Dimasukkan kedalam gelas beker
 Dijadikan 100 ml dengan ditambah air, sambil diaduk samapai homogen
 Diulas 2×3 kali kemudian dikeringkan sampai kering
 Setelah kering diulas denagn thiner, dan dikeringkn

Pembuatan Binder Dari Susu Sapi Segar
 Memasukkan susu sapi segar kedalam beaker glass 1000 ml.
 Memanaskanny hingga tercapai panas 34ºC-36ºC.
 Angkat dan cek pH awal.
 Menambahkan larutan H2SO4 2% tetes demi tetes sampai pH mencapai 4,6 sambil diaduk-aduk dan hingga terjadi penggumpalan.
 Menyaring dengan kain kasa, dicuci bersih dengan aquades, lalu dioven

Pembuatan Binder Patent
 Ditimbang Luron sebanyak 20 gram, gliserin 15 gram, amoniak 2,5gram, filler 415 10 gram dan pigment hitam sebanyak 1 gram
 Dimasukkan kedalam gelas beaker
 Dijadikan 100 ml dengan ditambah air, sambil diaduk samapai homogen
 Diulas 2×3 kali kemudian dikeringkan sampai kering
 Setelah kering diulas dengan thinner, dan dikeringkan

Pembuatan Binder Patent
 Ditimbang binder SSJ sebanyak 20 gram, gliserin 15 gram, amoniak 2,5gram, filler 415 10 gram dan pigment hitam sebanyak 1 gram
 Dimasukkan kedalam gelas beaker
 Dijadikan 100 ml dengan ditambah air, sambil diaduk samapai homogen
 Diulas 2×3 kali kemudian dikeringkan sampai kering
 Setelah kering diulas denagn thiner, dan dikeringkan

Pengujian
1. Uji fisis
Uji kelunturan warna pada binder patent SSJ
 Kulit dipotong seperti gambar berikut ini sebanyak 2 lembar:
20 cm

3cm

 Memotong kain putih dengan ukuran 5×5 cm sebanyak 2 lembar
5 cm

5 cm
 Kulit yang telah dipotong diletakkan dalam crock meter.
 Membasahi kain yang sudah dipotong dengan aquades, dan dikibas-kibaskan agar air tidak terlalu banyak atau terlalu basah dan kain yang satunya dibiarkan tetap kering.
 Menata hingga semua penuh pada masing-masing posisi, menghidupkan mesin.
 Menghitung 10 kali penggosokan, dan kulit dilepaskan dari crock meter.
 Menggunakan grey scale untuk melihat hasil dari penggosokan dengan crockmeter.
 Mencatat informasi yang didapatkan.

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan
1. Pembuatan binder putih telur
 Putih telur= 20 gram
 Warna binder= putih
 Binder+pigmen hitam = hitam
2. Pembuatan binder susu sapi
 Volume susu sapi= ½ liter
 pH awal susu= 6
 pH setelah ditetesi asam asetat= 4,6
 suhu= kurang dari 60 0C
 Berat Jenis = 41,2306
 Susu menggumpal setelah ditetesi asam asetat
 Perubahan warna: Susu sapi + asam asetat kuning + dioven kuning kecoklatan Warna binder = Kuning kecoklatan
3. Binder patent
 Luron= 20 gram
 Gliserin= 15 gram
 Amoniak= 2,5 gram
 Filler 415= 10 gram
 Pigmen hitam= 1 gram
 Warna binder= hitam
4. Pembuatan binder SSJ
 Binder SSJ= 20 gram
 Warna= putih
5. Pengujian kulit hasil aplikasi binder paten (SSJ)
 Banyak gosokan= 10 kali
1. uji gosok cat dengan stanning (yang dilihat/diuji adalah kain)
• kain basah = tidak luntur ( no.5 )
• kain kering = tidak luntur ( no. 5 )

2. uji gosok cat dengan assesing (yang dilihat/diuji adalah kulit)
• Kulit (kain basah) = tidak luntur ( no. 5)
• Kulit (kain kering) = tidak luntur ( no. 5)

4.2. PEMBAHASAN

1. Pembuatan binder dari putih telur
Pada pembuatan binder putih telur, langkah kerja pertama yang kami lakukan adalah menimbang putih telur sebanyak 20 gram. Fungsi putih telur adalah sebagai bahan dasar pembuatan binder putih telur, yaitu sebagai sumber protein. Setelah itu ditambahakan 15 gram gliserin, fungsi gliserin adalah sebagai tackifier atau penambaha daya rekat binder dan sebagai plasticizer, sehingga kulit yang diaplikasikan menjadi lebih lemas. Setelah penambahan gliserin sambil diaduk, selanjutnya adalah menambahkan 2,5 gram amoniak sebagai pengawet supaya binder menjadi tahan lama. Fungsi amoniak juga untuk menaikkan pH menjadi 8-9. Selanjutnya ditambahkan filler 415 10 gram . Fungsi penambahan filler adalah sebagai bahan pengisi. Setelah itu ditambahkan 10 gram pigmen hitam. Tujuan penambahan pigmen hitam adalah untuk memberi warna, sehingga kulit yang dihasilkan berwarna hitam. Setelah semuanya tercampur merata, selanjutnya ditambahkan 100 ml air, lalu diaduk sampai homogen. Fungsi air adalah sebagai pelarut bahan-bahan kimia. Binder putih telur biasanya digunakan untuk memperoleh hasil kulit yang rajah kulitnya kelihatan. Setelah pembuatan binder selesai, selanjutnya binder di ulaskan ke permukaan kulit kambing, diulas 2-3 kali.

2. Pembuatan binder casein dari susu sapi
Binder casein merupakan bahan pengemulsi pigment. Didalam emulsi, cat pigment kan dikelilingi oleh binder sehingga cat pigment dapat merekat diatas permukaan kulit. Pada emulsi cat,binder berfungsi merekatkan pigment pada permukaan kulit.
Binder casein merupakan binder alami yang berasal dari susu sapi. Binder alami merupakn binder yang berasal dari alam. Pembuatan binder casein dimulai dengan susu sapi dimasukkan kedalam gelas beker sebanyak 500 ml kemudian dipanaskan sampai suhu 45oC dan jangan sampai lebih dari 45oC karena dapat menyebabkan denaturasi ( kerusakan protein) pada susu sapi. Tujuan dari pemanasan adalah untuk memecah molekul koloid susu, sehingga susu mudah bereaksi dengan zat lain dalam hal ini adalah CH3COOH.
Setelah suhu pemanasan mencapai 45oC, maka gelas beker diturunkan kemudian ditetesi dengan CH3COOH. Tujuan ditambahkan asam asetat adalah untuk menurunkan pH susu sehingga menyebabkan casein susu menggumpal karena adanya pengaruh dari penambahan asam. Asam akan bereaksi dengan casein pada susu sehingga casein susu akan menggumpal. pH awal susu adalah 6 kemudian setelah penambahan asam asetat, pH susu akan turun sampai pH=4,6. Pada pH 4,6 tersebut susu akan menggumpal dikarenakan pada pH tersebut,protein mencapai isoelektrik. Titik isoelektrik adalah terjadi keseimbangan antara asam muatan positif (+) dan muatan negetif (-) pada protein,sehingga diletakkan pada medan listrik dan ion-ion nya tidak akan bergerak.
Setelah casein susu menggumpal, maka disaring dengan menggunakan kain kasa untuk menyaring atau memisahkan gumpalan casein dari filtrat yang tidak digunakan. Gumpalan casein yang didapatkan kemudian dimasukkan kedalam Loyang,kemudian dimasukkan kedalam oven sampai suhu 50oC yang bertujuan untuk mengeringkan casein sampai membentuk Kristal (bubuk) sehingga binder casein lebih awet untuk disimpan dan tahan terhadap mikrobia.
Kandungan zat didalam susu sapi adalah sebagai berikut.
Tabel 1. Kandungan zat dalam susu sapi
NO Komponen Kandungan rata (%)
1 Air 67,70
2 Bahan kering 12,10
3 Bahan kering tanpa minyak 8,60
4 Lemak 3,45
5 Putih telur 3,20
6 Casein 2,70
7 Albumin 9,50
8 Laktosa 4,60
9 Mineral 0,55
( sumber : Anonimus (1990)

3. Binder Patent
Binder paten adalah binder yang telah teruji kualitasnya untuk proses finishing pada kulit tersamak. Binder patent adalah binder yang paling sering digunakan pada proses finishing kulit tersamak, karena kualitasnya telah teruji. Langkah pertama yang kami lakukan pada praktikum ini adalah menimbang binder SSJ sebanyak 20 gram, kemudian dimasukkan kedalam gelas beaker. Fungsi binder SSJ adalah sebagai bahan dasar pembuatan binder untuk aplikasi ke kulit. Setelah itu, masukkan sebanyak gliserin 15 gram. Fungsi gliserin adalah sebagai plasticizer atau menambah daya rekat binder. Setelah binder SSJ dan gliserin tercampur merata, selanjutnya ditambahkan amoniak sebanyak 2,5gram. Untuk menaikkan pH menjadi 8-9 dan untuk mengawetkan binder supaya lebih tahan lama. Tambahkan filler 415 10 gram dan pigment hitam sebanyak 1 gram., aduk sampai homogen. Fungsi filler adalah sebagai bahan pengisi dan pigment hitam sebagai pemberi warna hitam. Dijadikan 100 ml dengan ditambah air. Fungsi air adalah sebagai pengencer. Setelah binder jadi, ulaskan binder tersebut diatas permukaan kulit bagian nerf, diulas 2-3 kali kemudian dikeringkan sampai kering. Setelah kering diulas denagn thinner untuk mengkilapkan kulit, sehingga hasilnya menjadi bagus, kemudian dikeringkan.

BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1. Kesimpulan
1. Binder merupakan suatu bahan perekat yang digunakan untuk merekatkan warna dengan kulit pada proses finishing penyamakan kulit.
2. Binder dari putih telur dan susu sapi termasuk binder alami
3. Binder patent adalah binder yang telah teruji kualitasnya
4. Berdasarkan hasil praktikum, diperoleh hasil binder dari putih telur berwarna hitam setelah ditambah pigment hitam, binder susu sapi berwarna kuning kecoklatan, dan binder patent berwarna hitam setelah ditmbahkan pigmen.
5.2. Saran
1. Gunakan jas praktikum pada saat praktikum, biar lebih aman
2. Harus hati-hati dalam praktikum
3. Teliti pada saat praktikum

DAFTAR PUSTAKA

Buckle, K.A.R.A. Edward, G.H. Fleet, M. Wooton, 1987, Ilmu Pangan. Terjemahan Hadi Purnomo Adiono. Universitas Indonesia. Jakarta.
Kirk, R.E and Donald F Othner, 1954. Encycyclopedia of Chemical Technology. Marck Printting Co. New York.
Plummer, D.T, 1979. An Introduction to Practical Biochemistry. Mc Graw Hill Publishing Company Ltd. New Delhi.
Sharphouse, J.H, 1971. Leather Technician’s Hand Book, Leather Producers Association London.
Siregar, S.M.S. 1990. Sapi perah Jenis Teknik Pemeliharaan dan Analisa Usaha. Penebar swadaya Jakarta.
Thoestensen, T.C, 1976. Prastical Leather Technology. Robert E Krieger Publishing Company. New York.
http://id.shvoong.com/medicine-and-health/nutrition/2212800-kandungan-protein-dalam-susu/#ixzz1j0lPzWWG. Diakses : 6 januari 2012, 19.21 wib
http://id.shvoong.com/exact-sciences/physics/2119918-pengertian-kasein/#ixzz1j0kvQinU. Diakses : 6 januari 2012, 19.22 wib

VALENTINE DAY, NO WAY !!

VALENTINE DAY, NO WAY !!
Valentine day, yang jatuh pada tanggal 14 Februari sangat digandrungi remaja (bahkan remaja kolot juga). Dihari itu orang mencoba menunjukkan cintanya dengan saling mengirim kartu kepada anggota keluarga atawa orang-orang yang dikasihi. Yang dominan sich ucapan sayang ini ditujukan buat sang do’i alias pacar tea. Biasanya ungkapan kartunya sentimental berat, penuh rayuan gombal.
Selain ngirim kartu, ada juga yang ngirim gift(hadiah),cupid(Boneka berbentuk anak kecil, kotak berhias kembang gula, gambar-gambar fantasi atau karangan bunga.And yang paling khas ngirim coklat berbentuk hati. Nggak cukup di sini, perayaan valentine day belum greng kalu nggak ngadain pesta dansa ria diiriingi lagu-lagu cinta.

Definisi
For sure sobat-sobat bisa nemuin definisi hari valentine di tiga tempat
a. Open your Encyclopedia Americana volume XIII, page 464,”The date of the modern celebration, February 14, is believe to derive the execution of a Christian martyr, Saint valentine, on February14, 270.”Yang artinya : “ Tanggal 14 Februari itu adalah perayaan modern yang berasal dari hari dihukum matinya seorang martir atawa pahlawan Kristen, yaitu Santo Valentine pada tanggal 14 Februari 270 Masehi.”
b. Kebet lagi Encyclopaedia Americana Volume XXVII halaman 860,”A day on wich lovers traditionally exchange affectionate messages and gifts. It observed on February 14, the date on wich Saint Valentine was martyred.” Indonesianye: Yaitu sebuah hari dimana orang yang sedang dilanda cinta secara tradisional saling mengirimkan pesan cinta dan hadiah-hadiah. Hari itu diperingati pada tanggal 14 Februari dimana santo Valentine mengalami martir (seseorang mati sebagai pahlawan karena mempertahankan kepercayaan atawa keyakinan).
c. Bongkar lagi Encyclopaedia Britannica Volume XIV hlaman 949. “The Saint Valentine who is spoken as the apposite Rhaetia and venerated in Passau as its first bishop….”. “Santo Valentine yang disebutkan itu adalah seorang utusan dari Rhaetia dan dimuliakan di Passau sebagai uskup yang pertama.

Sejarah Valentine day

Dulu banget, di kota Roma pada abad ke-4 Sebelum Masehi, perayaan kasih sayang itu sudah ada. Tanggal dan bulannya tetap sama . Namun dulu perayaan tersebut bukan dinamakan hari valentine, karena perayaan hari kasih saying itu sebenarnya buat mengjhormati dewa mereka yang bernama Lupercus.
Acara yang berbentuk upacara itu diselingi penarikan undian dalam rangka mencari pasangan. Dengan menarik gulungan kertas yang bertuliskan nama, para gadis mendapatkan pasangan lantas mereka menikah untuk jangka waktu setahun. Sesudah itu , mereka bisa ditinggalkan begitu saja. Dan kalau sudah sendiri, nereka menuliskan namanya untuk dimasukkan ke kotak undian lagi pada upacara tahun berikutnya.
Kegiatan rutin seperti itu sudah dilakukan kurang lebih 800 tahun lamanya. Dan ketika Katolok mulai berkembang oada saat itu, para pemimpin gereja ingin turut andil dalam perayaan tersebut, sehingga untuk mensiasatinya, mereka mencari seorang santo (Orang suci untuk agama Katolik), sebagai pengganti dewa kasih sayang Lupercus. Mereka menemukan calon pengganti Lupercus yaitu Santo Valentine, seorang uskup yang tewas sebagai martir sekitar 200 tahun sebelum masa itu.
Alasan untuk memilih Santo Valentine sebagai pengganti dewa Lupercus pada hari kasih sayang, memang nggak terlepas dari riwayat si Santo itu sendiri. Konon, ia dihukum mati Kaisat Claudius II karena melanggar dekritnya. Tahun 270, kekaisaran Roma memerlukan sejumlah tentara. Sang Kaisar megeluarkan dekrit yang melarang perkawinan. Sebab, dengan perkawinan, sang tentara dikuatirksn bakal nggak bersemangat dalam perang. Ia akan teringat terus keluarga yang ditinggalkan. Tapi uskup valentinea berusaha menolong pasangan yang sedang jatuh cinta dan ingin membentuk keluarga. Pasangan yang menikah lalu diberkati di tempat yang tersembunyi. Namun praktek itu akhirnya ketahuan juga. Lantas santo Valentine pun dihukum pancung.
Karena dasar itulah sang santo dipilih menggantikan kedudukan dewa kasih sayangnya orang Roma, Lupercus. Karena menurut mereka, peranan Uskup Valentine kepada sang pencinta amat bear.
Sesuai perkembangan, siasat pemimpiun gereja katolik itu nampaknya berhasil dengan sukses. Soalnya upacara kasih sayang tersebut jadi semacam rutinitas ritual yang bagi mereka kudu dirayakan. Dan untuk mencairkan kesan formalnya, mereka membungkusnya melalui hiburan-hiburan atau pesta-pesta yang pada saat itu nampaknya sudah amat sangat memprihatinkan. Karena dengan cara tersebut, banyak remaja-remaja yang terjebak pada pola perayaan awal hari kasih sayang. Seperti melakukan hubungan seks sesuka hatinya. Gonta-ganti pasangan semaunya. Semua yang mereka lakukan itu sebenarnya bukan lagi didasari oleh kasih sayang, akan tetapi hawa nafsu belaka.
Valentine dalam kacamata Islam
Sebagai generasi muslim yang intelek, kita harus kritis daslam melihat suatu pesoalan, nggak level dong k-lo cuma ikut-ikutan aja. First kita harus tahu dulu gimana agama memandangnya, apa sich untung ruginya secar akal?. Termasuk tuk masalah yang satu ini, yuxs kita kupas with smart thingking.
Yang namanya cinta adalah fitrah dan anugerah yang diberikan Allah tuk manusia. Rasulullah juga menganjurkan kita untuk memberikan cinta dan kasih sayangnya kepada sesama manusia. Hanya saja , pengertian cinta dan kasih sayang yang dianjurkan Rasulullah bukan seperti perayaan hari valentinan yang cenderung memfokuskan cinta pada lawan jenis and cenderung mengumbar hawa nafsu. Akan tetapi kasih sayang yang esensinya lebih hakiki. Seperti kasih sayang kepada ortu, adik, kakak, isteri atau suami, en saudara sesama muslim. Nggak cuma segitu, kamu bahkan harus menyayangi hewan, tumbuh-tumbuhan dan lingkungan. Pokoke kasih sayang seorang mulim tuh sungguh komplit!.
K-lo kita tarik garis lurus dari sejarah yang udah kita kupas tadi, sebenarnya valentinan itu merupakan bagian dari acara keagamaan umat nasrani. Bagi kita umat Islam, melibatkan simpati terhadap kegiatan dan perayaan agama lain dibatasi kedalamannya. Bahkan k-lo bersandar pada pedoman aqidah yang hakiki, kita musti tegas pada prinsip. Bagimu agamamu, bagiku agamaku (Coba buka Surat Al-kafiruun di Al-Qur’an).Dan inget nih nasihat Rasulullah SAW buat kita-kita :
“Barang siapa meniru suatu kaum , maka ia termasuk kaum itu.” (HR. abu Daud, dan sanadnya diperkua ole Ibnu Taimiyah).
So, generasi muda muslim jelas menolak! Menolak bukan berarti memusuhi, melecehkan atau mengucilkan. Bukan. Bagaimanapun Islam menekankan toleransi antar pemeluk beragama. Hanya bukan dengan dalih toleransi kita ikut merayakan kepercayan agama lain.Jadi, kita yang muslim nggak boleh turut ngeramein valentine?. K-lo kamu sangat menghargai nilai keimanan dan bercermin pada aqidah, mendingan nggak usah deh dipikirin. Lagian ngapaimn pula kasih sayang dipestain segala. Sebelum sang pastur Valentine dipenggal batang lehernya, ajaran Allah SWT from Adam AS to Muhammad SAW sudah mengutamakan konsep kasih sayang dalam liku-liku syi’arnya. Kasih sayang akan tetap berpijar di nurani apabila tertanam apabila tertanam nawaitu yang ikhlas. Terpelihara selamanya. Jadi, bukan hanya ‘hidup’ atau ‘dihidupkan’ untuk satu hari saja. Yang divisualisasikan dengan bermacam-macam cara meriah yang cenderung hura-hura. Tak jarang perayaan valentine ini diselewengkan untuk hal-hal berbau negatif en maksiat. Eh, kesannya nih, sehabis bervalentine, kasih sayang yang semula diagungkan itu bakal terlupakan atau dilupakan. Wah, bukannya itu sebuah kamuflase? Sebuah kasih saying tanpa akar keikhlasan. Sayang sekalee…
And untuk masalah cinta ini nggak bakalan ada deh yang nandingin Rasulullah SAW. Why? Beliau tuh begitu mencintai kita sebagai umatnya dan ingin sekali melepaskan kita dari siksa abadi di neraka. Beliau rela berkorban apa saja untuk berda’wah menyelamatkam umatnya. Tulusnya kasih saying beliau kepad kita sampai diabadikan Allah dalam Al-Qur’an Surat At-taubah 128 : “Sesungguhnya telah dating kepadamu seorang rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sanat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.”

MENINGKATKAN RANGE VOKAL

Kadang kita menyaksikan seorang penyanyi dipanggung ,saat menyanyikan sebuah lagu yang range irama/nadanya sangat ektrim yakni dibeberapa bait menuntut untuk nada tinggi dan bait yg lain mengharuskan dengan nada yang rendah . .. untuk penyanyi yg profesional tdaklah mengalami kesulitan , tapi bagi penyanyi yang jam terbangnya masih sedikit ,hal ini kadang menjadi batu sandungan, untuk menghidari kesullitan ini ada beberapa tips untuk meningkatkan RANGE VOKAL sbb:

Hamming

Salah satu bentuk latihan yang sangat membantu untuk meningkatkan range vokal adalah melalui latihan Hamming. Latihan ini menekankan pada pembiasaan untuk menggunakan teknik vokal kepala.

Caranya, tentukan salah satu lagu favoritmu, pilih lagu yang berjarak nada tinggi atau yang memiliki tingkat kesulitan tinggi, nyanyikan……… tapi tidak menggunakan lirik sebagaimana biasanya….. melainkan ganti liriknya menggunakan huruf / bunyi “N” atau “M”. Jadi, seperti sedang bersenandung. Bernyanyi …….. nnnnnnnnn…. Atau….. mmmmm. Nah, pada saat nada tinggi, coba pake vokal kepala (head voice), hal ini bisa membantu meningkatkan jangkauan nada.

Seorang atlet harus melakukan pemanasan (warming up) terlebih dulu sebelum mulai berolah raga, agar terhindar dari cedera atau keseleo urat. Demikian juga dengan seorang vokalis. Untuk menjaga performa saat bernyanyi di panggung atau memelihara kualitas vokal, seorang penyanyi harus melakukan pemanasan yang sering disebut dengan vokalisi (vocalizing).

Vokalisi cukup beragam, yang termudah dan tersimpel adalah dengan melafalkan huruf-huruf vocal a i u e o, baik dengan nada maupun tanpa nada. Vokalisi sederhana ini cukup efektif untuk melenturkan bibir, rahang, dan rongga mulut. Selain mudah, vokalisi a i u e o ini juga bisa dilakukan dengan hanya hitungan detik atau menit.

Setelah itu, vokalisi dapat ditingkatkan dengan meniti tangga nada dari terendah atau sedang ke nada tinggi. Bisa dengan lagu atau melalui solmisasi atau solfegio. Alangkah baiknya jika latihan vokalisi ini tidak hanya dilakukan pada saat hendak tampil di panggung saja, tapi dilakukan secara rutin.

Melatih Pernafasan

Nafas yang prima sangat penting artinya bagi seorang penyanyi. Penguasaan teknik pernafasan mutlak harus dimiliki, jika si penyanyi ingin sukses di dunianya. Namun, bagaimana caranya memiliki nafas yang prima?

Nafas, biasanya menjadi kendala jika tidak dijaga dan dilatih. Berikut ini penulis mencoba berbagi salah satu tips untuk menjaga dan memanjangkan pernafasan melalui sebuah latihan sederhana.

Sebelum berlatih, ada satu hal yang perlu diperhatikan. Salah satu teknik pernafasan dalam olah vocal yang efektif adalah teknik pernafasan perut. Bukan pernafasan dada.

Cara gampang untuk membedakan Nafas Perut dan Nafas Dada adalah: dalam nafas perut, ketika menarik nafas, perut mengembung, sedangkan dalam nafas dada, ketika nafas ditarik, yang mengembung adalah dada. Gampang kan?
Oke kita mulai berlatih:

Siapkan posisi tubuh, bisa berdiri atau duduk bersila. Tegakkan punggung/badan.

1. Tarik nafas (dengan nafas perut), hitung hingga 10 detik. Pada hitungan ke-10 (detik), perut full mengembung.
2. Hitungan 10 detik berikutnya, tahan nafas. Dalam posisi perut full mengembung, tahan hingga perut terasa keras. Boleh dicek dengan menepuk-nepuk perut yang mengeras.
3. Hitungan 10 detik berikutnya, keluarkan nafas pelan-pelan melalui mulut. Atur pengeluaran nafas se-efisien mungkin sampai hitungan ke-10 (detik). Agar pengeluaran nafas bisa sehemat mungkin, mulut dibuka sedikit saja sambil membunyikan ”ceessssss”
4. Berikutnya, ulangi latihan ”tarik-tahan-keluar” tersebut dengan penambahan durasi waktu secara bertahap. Misalnya, dengan penambahan per 5 detik, menjadi 15, 20, 25, dst. hingga batas waktu terlama.
5. Jika dalam satu durasi waktu masih dirasa berat…coba diulang beberapa kali.

Jika dalam latihan menemukan masalah atau nafas belum juga panjang dan stabil.

Meningkatkan Range Vokal

Solfegio

Range vokal setiap orang berbeda-beda. Standar normal umumnya orang memiliki dua oktav. Semakin panjang rang vokal seseorang, semakin memungkinkan dia untuk membawakan berbagai jenis lagu dengan baik. Dengan catatan, dia memiliki kemampuan/teknik vokal yang baik pula tentunya.

Seseorang yang bertipikal vokal bass, bariton, alto, dan mezo sopran, biasanya memiliki rang vokal yang pendek. Lain halnya seseorang yang bertipikal vokal tenor atau sopran, biasanya ia memiliki range vokal panjang. Namun, terkadang ada juga, meski ia bertipikal bass, tapi memiliki range vokal panjang. Sebaliknya, orang yang bertipikal tenor tapi range-nya pendek.

Pemahaman terhadap tipikal vokal sangat penting. Terutama untuk menentukan nada dasar ketika hendak bernyanyi. Bagi Anda yang bertipikal vokal rendah, jangan khawatir kehilangan kesempatan bernyanyi. Tak masalah. Anda bisa menyesuaikan nada dasar di mana Anda mulai bernyanyi yang sesuai dengan jenis suara Anda. Misalnya dengan menurunkan nada dasar dari penyanyi aslinya. Ilmu vokal bukanlah ilmu eksak.

Pada dasarnya range vokal seseorang bisa ditingkatkan. Ada beberapa jenis latihan yang dapat membantu meningkatkan range vokal. Salah satu di antaranya adalah dengan teknik ”vokal kepala” atau ”suara langit-langit”.

Output vokal seseorang secara natural terbagi dua, yakni vokal kepala dan vokal dada. Vokal kepala adalah vokal yang dihasilkan dari langit-langit atas rongga mulut. Sementara vokal dada adalah vokal yang dihasilkan dari rongga dada.
Untuk menemukan vokal kepala. Mulailah dengan latihan berikut:

BERLATIH VOCAL

A. Musik Vokal

Musik adalah suatu susunan tinggi rendah nada yang berjalan dalam waktu. Sebagai seni disebut sebagai susunan suara atau bunyi. Musik terdapat di setiap daerah, negara, maupun suku yang masih terbelakang. Dengan kata lain musik itu ada di setiap kebudayaan. Musik yang di kenal sekarang terdiri dari dua jenis. Pertama adalah musik instrumen (tiup, petik dan pukul). Alat ini dapat di mainkan oleh anggota tubuh manusia, seperti tangan, kaki dan mulut. Kemudian yang ke dua adalah musik yang dapat di keluarkan oleh alat ucap manusia, biasanya di sebut sebagai musik vokal (Margarisye, 1990 : 7).

Seperti halnya alat musik yang terdiri dari bagian-bagian yang kecil, demikian halnya dengan tubuh manusia. Tubuh manusia sebagai alat musik yang melahirkan suara mempunyai organ –organ yang dapat di lihat melalui alat tertentu. Namun instrumen ini dapat di pelajari oleh manusia serta dapat mengeluarkan nada yang di kehendaki. Dengan kata lain seni vokal adalah seni suara.

Bernyanyi dengan menguasai teknik yang benar dan baik adalah dambaan setiap penyanyi. Banyak orang yang ingin dapat bernyanyi, namun banyak pula hanya sekedar bernyanyi tanpa memperhatikan dan mempelajari bagaimana memproduksi suara yang benar setra menggunakan resonansi-resonansi yang ada dalam tibuh. Dengan kata lain dasar-dasar pengetahuan dan keterampilan untuk kemampuan bernyanyi yang baik belum di miliki secara memadai. Adapun seni vokal yang dimaksud disisni adalah seni bernyanyi,bernyanyi yang baik tidak hanya dikuasai oleh orang-orang berbakat atau mempunyai materi suara yang bagus, akan tetapi bernyanyi dapat di pelajari oleh siapa saja.

Dalam belajar vokal kemampuan mendengar sangat di perlukan untuk mengontrol apakah lagu yang di nyanyikan sudah sesuai dengan intonasi yang ada pada karya musik tersebut. Kemampuan membaca di perlukan unutk latihan membaca repetoar-repertoar vokal,sehingga apabiala kemampuan membaca lancar sangat memungkinkan untuk bisa berlatih vokal dengan baik.

Adapun faktor-faktor yang menghambat dalam belajar vokal di antaranya: belum dimilikinya teknik vokal yang benar, kemampuan solfegio yang rendah, terbatasnya fasilitas yang di gunakan untuk latihan vokal, serta kurangnya latihan.

Apakah setiap penyanyi dengan latar suara yang bagus sudah menguasai teknik vokal yang baik dan benar.

B.Teknik Vokal

Bernafas merupakan irama yang sangat alamiah dalam kehidupan manusia. Pernafasana yang teratur juga akan menciptakan suatu irama yang menentramkan. Dalam bernyanyi, pernafasan tidak hanya memegang peranan dalam menciptakan suara tetapi juga suasana yang dikehendaki suatu nyanyian. Ada bermacam-macam cara pernafasan dalam bernyanyi :
1. Pernafasan Dada

pernafasan dada ialah pernafasan dimana rongga dadalah yang berkembang (membusung) pada waktu tarik nafas. Pada saat itu bahu dan bagian leher juga dalam keadaan tegang. Sementara alat-alat suara terletak di tenggorokan dan alat pernafasan seperti Trachea, Bronce dan paru-paru terdapat dalam rongga dada. Maka ketegangan dalam rongga dada, bahu dan leher puna akan menimbulkan kesatuan pada alat-alat tersebut. Akibatnya suara yang dikeluarkan akan tegang dan kaku. Pernafasan dada ini merupakan pernafasan yang salah, kalau ini terjadi terus menerus mengakibatkan paru-paru tidak baik.

2. Pernafasan Perut

Pernafasan perut adalah pernafasan yang mana perutlah yang berkembang. Cara ini tidak sanggup memberikan pelontaran suara. Lebih-lebih pada suara tingi dan besar, oleh karena itu hal inipun kurang efektif.

3. Pernafasan Diafragma

Pernafasan diafragma adalah pernafasan dimana bagian sekat rongga badan mengembang pada waktu tarik nafas. Tempatnya diantara rongga dada dan rongga perut. Pernafasan yang benar adalah tergantung pada kerjanya diafragma pada organ tubuh secara baik dan teratur. Diafragma adalah jalinan otot-otot yang kuat dan cembung. Fungsinya adalah sebagai otot-otot penggerak pernafasan atau membantu paru-paru dalam menyedot dan menghembuskan nafas. Maka usahakanlah agar selalu bisa digunakan secara efektif (Pranajaya, 1979: 42).

Beberapa latihan yang dapat dilakukan untuk pernafasan diafragma :

1. Latihan dimulai dengan mengeluarkan nafas secara biasa tanpa ketegangan dan jangan sampai udara yang dikeluarkan habis, karena hal ini akan mengakibatkan ketegangan. Tunggulah sebentar sampai perut mengerut dan sisi badan dalam keadaan kurus. Usahakan pengeluaran nafas ini melalui mulut, kemudian dengan mulut tertutup ambillah nafas melalui hidung tetapi jangan sampai penuh, karena hal ini akan mengakibatkan tidak tenang dalam bernyanyi. Lama latihan sesuai dengan kondisi mana yang enak bagi badan sendiri.

b. Latihan untuk memperkuat diafragma yaitu dengan cara berbaring dan letakkan buku yang berat diatas perut, kemudian ambillah nafas. Usahakan desakkan nafas berhasil mendorong perut yang telah dibebabni buku keatas dan kebawah. Latihan diatas dapat juga dilakukan dengan berdiri, letakkan kedua tangan di pinggang sambil menekan perut. Waktu mengambil nafas usahakanlah desakkan diafragma dapat mengatasi tekanan kedua tangan tadi. Tahanlah nafas sebentar lalu keluarkan secara teratur dan pelan melalui mulut.

c. Latihan agar diafragma dapat bergerak cepat dan kuat, yang paling sederhana adalah dengan menggunakan gerakan yang agak keras yaitu tertawa terbahak-bahak, sehingga perut merasa terguncanag-guncang. Tetapi janagn melakukan ini secara berlebihan. Latihan ini dapat juga mengusir kesedihan, ketakutan dan segala ketegangan.

d. Latihan ini dimaksudkan untuk menghindari kebocoran nafas dan sekaligus untuk dapat menghemat nafas. Caranya dengan menyanyikan huruf “A” pada nada yang paling enak didepan sebuah lilin yang menyala. Disini dapat dilihat keberhasilan dalam melaksanakan latihan-latihan sebelumnya. Kalau dapat mengeluarkan udara yang benar dan enak, maka udara yang keluar akan menjadi suara tanpa mematikan nyala api lilin.

Kalau dalam bernyayi sudah dipelajari teknik bernafas dan sikap badan yang baik, selanjutnya kita pelajari teknik menggunakan resonansi. Adapun fungsi resonansi itu sendiri adalah menambah keindahan suara, sehingga menjadi bunyi yang gemilang. Resonansi adalah suatu gejala pemantulan kembali bunyi yang dikeluarkan oleh pita suara, jadi merupakan suatu gema yang timbul karena adanya ruangan yang memiliki dinding yang keras sehingga sanggup memantulkan suara. Tanpa adanya rongga resonansi, suara manusia tidak akan bisa keras karena pita suara sangat pendek dan hanya mampu mengeluarkan bunyi yang lemah sekali. Dalam tubuh manusia terdapat banyak rongga resonan, tetapi yang paling berperan dan erat hubungannya dengan menyanyi adalah rongga resonan yang berada di atas pita suara.

Rongga resonan dapat dibagi menjadi dua :

a. rongga resonan yang bentuknya tidak dapat diubah, yang terdiri dari

1. Rongga dahi

2. Rongga tulang baji

3. Rongga tulang saringan

4. Rongga rahang atas dan bawah

b. rongga resonansi yang bentuknya dapat diubah misalnya:

1. Rongga tenggorokan yang letaknya dibawah anak tekak.

2. Rongga mulut

3. Rongga hidung

Dari kedua rongga diatas yang paling penting fungsinya adalah rongga resonan yang bentuknya dapat diubah, karena dengan rongga inilah dapat diketahui perbedaan warna suara dan huruf hidup yang diucapkan (Pusat Musik Liturgi, 1984: 31). Resonansi dapat dikembangkan dengan latihan bersenandung cara bersenandung bibir dirapatkan, gigi jangan dirapatkan kemudian rongga mulut dan tenggorokan diperluas. Dengan mengucapkan huruf “M” kemudian kepembentukkan huruf hidup, dengan membuka mulut (menurunkan rahang bawah). Oleh sebab itu suara dari huruf hidup itu akan beresonansi juga.

Daftar Nama-nama Perguruan Tinggi Negeri Di seluruh Indonesia

Daftar Perguruan Tinggi Negeri Di seluruh Indonesia :

DAFTAR PERGURUAN TINGGI NEGERI

No.

KODE
PTN

NAMA PERGURUAN TINGGI

KOTA

1 001-001 UNIVERSITAS GAJAH MADA YOGYAKARTA
2 001-002 UNIVERSITAS INDONESIA JAKARTA
3 001-003 UNIVERSITAS SUMATERA UTARA MEDAN
4 001-004 UNIVERSITAS AIRLANGGA SURABAYA
5 001-005 UNIVERSITAS HASANUDIN MAKASSAR
6 001-006 UNIVERSITAS ANDALAS PADANG
7 001-007 UNIVERSITAS PADJADJARAN BANDUNG
8 001-008 UNIVERSITAS DIPONEGORO SEMARANG
9 001-009 UNIVERSITAS SRIWIJAYA PALEMBANG
10 001-010 UNIVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT BANJARMASIN
11 001-011 UNIVERSITAS SYIAH KUALA BANDA ACEH
12 001-012 UNIVERSITAS SAM RATULANGI MANADO
13 001-013 UNIVERSITAS UDAYANA DENPASAR
14 001-014 UNIVERSITAS NUSA CENDANA KUPANG
15 001-015 UNIVERSITAS MULAWARMAN SAMARINDA
16 001-016 UNIVERSITAS MATARAM MATARAM
17 001-017 UNIVERSITAS RIAU PEKANBARU
18 001-018 UNIVERSITAS CENDRAWASIH JAYAPURA
19 001-019 UNIVERSITAS BRAWIJAYA MALANG
20 001-020 UNIVERSITAS JAMBI JAMBI
21 001-021 UNIVERSITAS PATTIMURA AMBON
22 001-022 UNIVERSITAS TANJUNGPURA PONTIANAK
23 001-023 UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN PURWOKERTO
24 001-024 UNIVERSITAS PALANGKARAYA PALANGKARAYA
25 001-025 UNIVERSITAS JEMBER JEMBER
26 001-026 UNIVERSITAS LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
27 001-027 UNIVERSITAS NEGERI SEBELAS MARET SURAKARTA
28 001-028 UNIVERSITAS TADULAKO PALU
29 001-029 UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI
30 001-030 UNIVERSITAS BENGKULU BENGKULU
31 001-031 UNIVERSITAS TERBUKA JAKARTA
32 001-032 UNIVERSITAS NEGERI PADANG PADANG
33 001-033 UNIVERSITAS NEGERI MALANG MALANG
34 001-034 UNIVERSITAS PENDIDIKAN INDONESIA BANDUNG
35 001-035 UNIVERSITAS NEGERI MANADO MANADO
36 001-036 UNIVERSITAS NEGERI MAKASAR MAKASAR
37 001-037 UNIVERSITAS NEGERI JAKARTA JAKARTA
38 001-038 UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA YOGYAKARTA
39 001-039 UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA SURABAYA
40 001-040 UNIVERSITAS NEGERI MEDAN MEDAN
41 001-041 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG SEMARANG
42 001-042 UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA SERANG
43 001-043 UNIVERSITAS TRUNOJOYO MADURA BANGKALAN
44 001-044 UNIVERSITAS KHAIRUN TERNATE TERNATE
45 001-045 UNIVERSITAS NEGERI PAPUA MANOKWARI MANOKWARI
46 001-046 UNIVERSITAS MALIKUSSALEH LHOKSEUMAWE LHOSEUMAWE
47 002-001 INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG BANDUNG
48 002-002 INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOVEMBER SURABAYA
49 002-003 INSTITUT PERTANIAN BOGOR BOGOR
50 002-004 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN GORONTALO GORONTALO
51 002-005 INSTITUT SENI INDONESIA YOGYAKARTA YOGYAKARTA
52 002-006 INSTITUT KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN SINGARAJA SINGARAJA
53 003-001 SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA SURAKARTA SURAKARTA
54 003-002 SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA PADANG PANJANG PADANG PANJANG
55 003-003 SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA DENPASAR DENPASAR
56 003-004 SEKOLAH TINGGI SENI INDONESIA BANDUNG BANDUNG
57 005-001 POLITEKNIK MANUFAKTUR BANDUNG BANDUNG
58 005-002 POLITEKNIK NEGERI JAKARTA JAKARTA
59 005-003 POLITEKNIK NEGERI MEDAN MEDAN
60 005-004 POLITEKNIK NEGERI BANDUNG BANDUNG
61 005-005 POLITEKNIK NEGERI SEMARANG SEMARANG
62 005-006 POLITEKNIK NEGERI SRIWIJAYA PALEMBANG
63 005-007 POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI LAMPUNG BANDAR LAMPUNG
64 005-008 POLITEKNIK NEGERI AMBON AMBON
65 005-009 POLITEKNIK NEGERI PADANG PADANG
66 005-010 POLITEKNIK NEGERI BALI DENPASAR
67 005-011 POLITEKNIK NEGERI PONTIANAK PONTIANAK
68 005-012 POLITEKNIK NEGERI MAKASAR MAKASAR
69 005-013 POLITEKNIK NEGERI MANADO MANADO
70 005-014 POLITEKNIK PERKAPALAN NEGERI SURABAYA SURABAYA
71 005-015 POLITEKNIK NEGERI BANJARMASIN BANJARMASIN
72 005-016 POLITEKNIK NEGERI LHOKSEUMAWE LHOKSEUMAWE
73 005-017 POLITEKNIK NEGERI KUPANG KUPANG
74 005-018 POLITEKNIK ELEKTRONIK NEGERI SURABAYA SURABAYA
75 005-019 POLITEKNIK NEGERI JEMBER JEMBER
76 005-020 POLITEKNIK NEGERI PANGKEP PANGKEP
77 005-021 POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI KUPANG KUPANG
78 005-022 POLITEKNIK PERIKANAN NEGERI TUAL TUAL
79 005-023 POLITEKNIK NEGERI MALANG MALANG
80 005-024 POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI SAMARINDA SAMARINDA
81 005-025 POLITEKNIK PERTANIAN NEGERI PAYAKUMBUH PAYAKUMBUH
82 005-026 POLITEKNIK NEGERI SAMARINDA SAMARINDA

sumber: http://sadikin.com/tag/universitas-di-seluruh-indonesia/